Laman

Minggu, 10 Januari 2010

Air Kasih

Desain by: Ale Kusnadi

Wanita itu...
hanya menatap pilu bunga-bunganya yang layu
yang haus akan air kasih
hanya setitik air kasih yang mampu ia berikan tuk menyiramnya
sesaat bunga-bunga itu segar merona kembali
membuat lupa disaat mereka layu
senyumpun merekah tanda kebahagiaan
rasanya air kasih itu ingin terus disiramnya
tapi waktu tak cukup untuk itu

disaat kubangan kerontang
tak kuasa dia mencarinya kembali
kepasrahan melepas bunga-bunga itu layu kembali
hanya air matanya memenuhi telaga
tapi bukan itu yang bunga-bunganya butuhkan darinya
hanya membuat hati merekapun teriris pilu

angin berbisik tentang bunga-bunga itu
biarkan kami layu kembali...
semua sudah takdir kami !....jerit bunga-bunga itu

tidak...jerit wanita itu
tunggulah kabarku ,aku kan mencari kembali
agar air kasih dapat kusiram kembali
untuk menyegarkan layu kalian !

tapi bunga-bunganya itu tetap layu
dalam kepiluan yang menyayat
dari batas waktu yang terpenggal

Tuhan....beri aku kekuatan
tuk memberi slalu air kasih dari bias cahaya-MU
jangan biarkan mereka terus layu dalam ketidak pastian
wanita itu ...hanya mampu berdoa
dalam dadanya yang penuh sesak ,penuh gugatan

Wanita itu dan bunga-bunganya
terikat erat jerat kasih dalam satu jiwa
kini wanita itu menangis dalam panjangnya ruang malam
tak kuasa mengingat kebersamaan yang terjalin dan kini berlalu
air matanyapun membasahi kedua telapak tangan yang mendekap wajahnya.

Cibubur,10 januari 2010

* Tentang kesedihan seorang ibu terhadap derita anak-anaknya yang tiada akhir.

******

23 komentar:

  1. Ya Allah berilah kesabaran dan kekuatan pada wanita itu! Amin!

    Puisi yang bagus walaupun kesedihan yang meliputinya! Semangat!

    BalasHapus
  2. Semua kan merindu. Air kasih, meski hanya setetes saja. Sekedar memberi lega pada dahaga. Menemani sepi yang masih saja menjerit.
    Semoga air kasih itu selalu ada dan terus mengalir meski tak seluas telaga. Barangkali bisa menggantikan tetesan air mata mereka.

    BalasHapus
  3. saya akan membaca lagi karya sastra ini sampai saya mengerti apa makna tersirat di baliknya, karena klo bicara puisi, otak saya jadi pentium II :)

    BalasHapus
  4. Sama seperti kang baho, saya kurang bisa menangkap makna dari puisi ini, akan saya baca ulang sampai mengerti

    BalasHapus
  5. Wahai perempuan, engkaupun butuh kesegaran dan ketegaran untuk segarkan segala yang kering di dekatmu. Semoga air kasihmu mampu segarkan semua yang didekatmu.

    BalasHapus
  6. semoga wanita itu bisa lebih tegar

    BalasHapus
  7. Mahasuci Allah, zat yang mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang akan terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.....

    Moga sang ibu diberikan ketegaran dalam mencari air kasih tersebut, sehingga dapat memekarkan kembali bunga yang telah layu.Amin..

    BalasHapus
  8. pedih..perih...bagian dari pengalaman manusia yang niscaya..karena ibu juga adalah manusia

    BalasHapus
  9. hmm...Apa iya, si penjerit ibu itu adalah mbak latifah sendiri? hehe:)
    *nebak mode on*

    BalasHapus
  10. puisi indah teh, puisi ini membuat sy mengucurkan air mata karena teringat almarhum ibu sy dulu.

    BalasHapus
  11. Ada saat lebah bermadu
    Ada masa kuncup mengembang
    tak selamanya mendung membubung
    Ada masanya mentari berseri

    nice poem

    BalasHapus
  12. SEMOGA YANG LAYU, ADA YANG MAU MENYIRAMINYA.
    ADA YANG MELINDUNGINYA.
    MEMELIHARANYA.
    MENCINTAINYA.
    SELAMAT DIDUNIA DAN KHIROT.
    BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIROR.
    SEMUA KITA KAN SAMA2 MATI, PADA WAQTUNYA.

    BalasHapus
  13. air kasih tetaplah...
    meski perih...

    BalasHapus
  14. sabar, husnudzon, tawakkal

    BalasHapus
  15. air....
    sumber kehidupan
    marilah kita jaga
    agar dunia menjadi hijau
    dengan tumbuhan
    dan langit BIRU untuk Indonesia

    maaf kagak nyambung ma air kasih
    maklum blogku ganti timplet biru

    BalasHapus
  16. ini puisi atau cerita seh soalnya saya ga bisa maksudnya ga ngerti sama puisi tapi saya lebih menyebut karya anda ini cerita tapi bermakna dalam

    BalasHapus
  17. ini puisi atau cerita seh soalnya saya ga bisa maksudnya ga ngerti sama puisi tapi saya lebih menyebut karya anda ini cerita tapi bermakna dalam

    BalasHapus
  18. semoga Tuha mengganti segala cobaan itu dengan Pahala yang besar Amin

    BalasHapus
  19. begitu indah dan saraf makna kisah ini bu

    BalasHapus
  20. Tuhan, turunkan hujan kasih
    biar bunga-bunga itu tidak layu
    Biarkan ia kembali kuncuk dan
    mewangikan dunia

    BalasHapus
  21. Semoga bunga-2 itu tak akan layu.. semoga air kasih dapat menyegarkannya kembali....

    BalasHapus
  22. layu dan mekar kembali adalah peristiwa yang dipergilirkan,, takkan terasa begitu nikmatnya anugerah "air" tanpa pernah merasakan pedihnya tanpa "air"

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !