Laman

Selasa, 19 Oktober 2010

Jiwa yang terdampar


Dikala dzikir tersimpan dalam khilaf
Terkatung-katung berlayarnya hidup
Tiada penolong walau hanya sebongkah kayu kesabaran

Karang-karang dosapun membentur
Melukai jiwa


Ombak  meluap membenamkan hati nurani

Semakin jauh arus  khilaf mengalir… dahsyat
Ntah jiwa kan terdampar dimana

Pulau-pulau hidup pun kosong tak berpenghuni
Sendiri…sepi…merana..menjerit…

Hanya kibaran hidayah & taufik-NYA
Penolong jiwa
Memberikan obat luka dosa
Menyelamatkan dari terdamparnya jiwa

Tanpa-NYA…
Terdampar…
Jiwapun mati sia-sia
Dan menjadi makanan syetan
Yang lapar akan bangkai jiwa manusia
Dipulau hidup ntah berantah…

Akmaliah, 20-10 -2010

7 komentar:

  1. jiwa yang telah mencintai maka tak ada lagi penghalang walau sebesar apapun, semoga hati kita terus hidup karena hati yang telah mati maka naas ia akan jauh dari kebenaran

    BalasHapus
  2. Semoga jiwa kita tidak terdampar dalam kesia-siaan..

    BalasHapus
  3. hidayah & taufik-NYA adalah "Penolong jiwa"

    renungan yang dalam dan yang terbungkus puisi indah..

    BalasHapus
  4. Aku banyak mendapatkan hikmah dan ketenangan jiwa di sini

    BalasHapus
  5. tanpaNYA hidupku takkan berarti...

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !