Laman

Senin, 04 Januari 2010

Bersahabat dengan musuh


M usuh ?....biasanya orang yg dimusuhi, karena orang itu memiliki sifat yang baik.Mungkin karena cemburu ( cemburu sosial ) atau iri ,akhirnya mengakibatkan memusuhinya. Siapapun pastinya tak ingin memiliki musuh didunia ini,tapi tanpa disadari musuh bertebaran dimana-mana.Mungkin juga musuh dalam selimut.Mungkin orang yang tidak baik akhlak dan sifatnya ,bila dimusuhin wajar,tapi siapa yang akan memusuhinya,karena lawannya adalah orang baik .Jadi tak mungkin orang baik memusuhinya.Kecuali orang yang sama-sama memiliki sifat tidak baik mereka akan saling bermusuhan.

Bila kita merasa memiliki musuh ,dengan alasan tanpa sebab orang lain itu dengan memusuhi kita.Apa yang akan kita dilakukan? membalas memusuhi atau sebaliknya menjadikan orang lain yang memusuhi itu kita jadikan seorang sahabat.Apakah bisa yang memusuhi kita jadikan sahabat ?....pasti sulit sekali untuk menjawab,karena terlalu berat bermanis ria kepada seorang musuh.Dengan mematikan rasa sebal dan geram,kita rangkul orang yang memusuhi itu.Dengan kesabaran dan kelapangan dada tentunya.Orang yang memusuhi kita insyaallah akan merasa malu terhadap kita,dan akhirnya akan melakukan hal sebaliknya dengan memohon maaf terhadap kita.Tapi bila musuh kita itu malah bertambah menjadi kebenciannya terhadap kita,biarkan saja .bertanda hatinya telah bertambah terbakar dengan kebijakkan kita.Semoga dan berharap diantara kita tidak saling membenci dan akhirnya saling bermusuhan apalagi sesama muslim.Naudubillahimindzalik.

Dijelaskan dari beberapa ayat tentang bermusuhan dalam islam :

1. Kaum muslimin dilarang untuk saling membenci karena hawa nafsu bukan karena Allah. Sebab Allah telah menjadikan mereka teman dan saudara yang saling menyayangi bukan saling membenci. Allah telah mengharamkan atas orang-orang mukmin perkara yang dapat menimbulkan saling bermusuhan dan membenci diantara mereka, sebagaimana firman Allah, "Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran meminum khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilahkamu dari mengerjakan pekerjaan itu," (Al-Maidah: 91).

2. Kaum muslimin dilarang berbuat dengki dan jahat. Oleh karena itu janganlah kalian saling iri dengki. Sifat iri merupakan sifat yang sudah ada dalam tabiat manusia. Yakni seorang manusia benci jika beberapa keutamaannya dikalahkan oleh seorang yang satu level dengannya. Setelah itu manusia terbagi pada tiga golongan:
a. Diantara mereka ada yang berusaha untuk menghilangkan nikmat orang yang didengki dengan berbuat jahat kepadanya, baik melalui perkataan maupuan perbuatan.
b. Ada yang berusaha memindahkan nikmat tersebut kepada dirinya.
c. Dan ada juga yang berusaha untuk menghilangkan nikmat orang tersebut tanpa memindahkan nikmat tersebut kepada dirinya dan ini merupakan sifat dengki yang lebih buruk daripada dua sifat yang lalu. Sifat dengki seperti ini merupakan sifat tercela yang dilarang dan ini merupakan dosa yang telah dilakukan iblis yang dilaknat Allah. Allah telah menceritakan karakter Ahli Kitab dengan sifat ini, Allah berfirman, "Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran," (Al-Baqarah: 109).

3. Dilarang saling bermusuhan, memutuskan hubungan dan memboikot lebih dari tiga hari karena urusan dunia. Sebab hal ini merupakan penghalang naiknya amalan dan masuknya seseorang ke surga.

4. Perintah untuk saling bersaudara karena Allah dan bersatu dalam manhaj Allah. Oleh karena itu ALlah memberikan nikmat ini kepada hamba-hamba-Nya dengan cara mempersaudarakan mereka, sebab itu merupakan tali keimanan yang terkuat, terbaik, dan yang paling kokoh. "Dan ingatlah akan nikmat ALlah kepadamu ketika kamu dahulu masa jahiliyyah bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara," (Ali Imran: 103).Wallahualam Bishowabb.....

Dari beberapa sumber.

*******

21 komentar:

  1. Di sinilah salah satu letak ketinggian ajaran dalam Islam. Aturannya dalam hubungan antar manusia begitu mulia. Meski gampang susah menerapkannya tapi kita harus yakin bahwa itu dapat diterapkan dengan catatan hati harus benar-benar bersih.

    Nice post, Subhanallah. Maha Benar Firman-Mu.

    BalasHapus
  2. ARTIKEL MANTAP. MOGA TETAP SEMANGAT BERKARYA..

    BalasHapus
  3. Bukan musuh yang di cari, hanya silaturrahim ke sini barangkali menemukan cinta, syukur kalau-kalau itu hakiki. hehe.
    Lewat senyum, dan selalu senyum. Karena kita tidak sedang menyimpan bara permusuhan. Bener kan teh?!

    BalasHapus
  4. makasih untuk selalu mengingatkan teh...alhamdulillah saya hanya punya teman tidak punya lawan/musuh...:)
    saya baik2 saja teh geulis..hanya, sedang merindu untuk ngobrol santai denganmu..mmh, kapan ya?

    BalasHapus
  5. Musuh, hehe, kalau saya pribadi tak ingin memandang orang yang berseberangan pendapat dengan kita atau bahkan membenci kita sebagai musuh. Batas kita dan orang yang kita nilai sebagai musuh itu sangat relatif, penilaian kita juga bisa sangat subjektif. Saya mencoba berpikir polos dan netral mbak. Manusia sering menggunakan perasaan dan sangat subjektifnya menilai sesuatu diluar dirinya. Mudah merasa disakiti, mudah mengganggap sesuatu yang tak disukainya sebagai musuh, dan sebagainya. Cuma pendapat pribadinya mbak Ateh. Selamat pagi, selamat beraktivitas. Semoga selalu mendapat kebarokahan Allah SWT.

    BalasHapus
  6. Pencerahan dipagi hari yang komplit, nice post!
    Musuhan No! Cari Sahabat Yes!

    BalasHapus
  7. Tentang akhlak terhadap musuh saya selalu teringat akan Saladin. Waktu itu pimpinan musuh (tentara perang kristen dalam perang salib) terserang sakit. Dengan berjiwa lapang, Saladain mengirimkan tabibnya dan buah pear pada pimpinan musuhnya itu...Sungguh "aneh"

    BalasHapus
  8. Kita semua bersaudara..! kalimat itu barangkali bisa menjauhi sikap-sikap bermusuhan diantara kita...

    Makasih pencerahannya mba, met pagi & met beraktivitas...

    BalasHapus
  9. disinilah islam terlihat begitu indah dan bersahabat... permusuhan yang ditimbulkan bisa di alihkan menjadi persahabatan.. sehingga tercipyta tali persaudaraan dan semakin kuatnya tali silaturahmi dalam jiwa...
    jayoo terus...

    BalasHapus
  10. islam agama yang mengajarkan perdamaian kepada penganutnya

    BalasHapus
  11. sirik bisa jadi satu penyebab permusuhan ya Mbak...duh mudah"an kita dihindari dari yg namanya sirik

    BalasHapus
  12. Sesungguhnya sesama muslim itu saudara dan Islam adalah agama pembawa rahmat bagi semuanya.

    BalasHapus
  13. Ketika kita memaafkan musuh, maka yang kita maafkan adalah orangnya, yang berusaha bertobat dari sifat jahatnya.

    BalasHapus
  14. Mencari musuh lebih gampang daripada mencari kawan. Makanya orang kadang gampang sekali bermusuhan.
    Nice post.. semangat ya! n jangan sakit lagi.. hehe

    BalasHapus
  15. inti dari Rahmatan lil Alamin artikel yang sangat tinggi nilainya mbak

    BalasHapus
  16. Wah!

    Informasi yang menarik. hangat lantaran baru mendapatkanya.

    Terima kasih Teh Latifah. he heh...

    BalasHapus
  17. Berbagi di bumi semata
    ntuk waktu yang sementara
    selayaknya yang kedepan "KITA"
    Agar hidup damai sejahtera.


    nice sharing

    BalasHapus
  18. musuh atau bermusuhan...jangan sampai terjadi.jadilah seorang pemaaf mintalah maaf walaupun gak salah...dengan begitu orang yg memusuhi kita akan merasa malu...berikan senyum yg tulus...insyaallah orang yg gak suka kita akan berubah pikiran..

    BalasHapus
  19. susah banget bersahabat dengan musuh...maka dari itu jangan mencari musuh..

    BalasHapus
  20. jaman sekarang banyak yang terbalik
    sahabat jadi musuh....

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !