Laman

Senin, 14 Desember 2009

Pengalaman Penuh Makna

S ebuah pengalaman tentunya akan banyak bicara tentang hal-hal yang telah kita alami.Kesan akan terbawa melalui kehidupan kita.Seperti pengalaman seseorang yang luar biasa lain dari pada umumnya.Akan begitu bermakna untuk seseorang yang mengalaminya.

Pengalaman tentang rumah tangga contohnya.Mungkin contoh dari pengalaman pribadi saya sendiri yang akan saya bagi disini.Saat itu saya menikah dengan seorang duda dengan anak 9 ( sembilan ) . Dengan rasa terenyuh dan tersentuh melihat anak sebanyak itu yang begitu haus akan kasih sayang dari seorang ibu ,akupun rela menjadi ibu dari mereka dengan naluri keibuanku.Merekapun menyambutku seperti menyambut Ibu kandungnya sendiri seolah saya yang telah lama pergi dan kembali lagi untuk mereka ,dan sayapun merasakan hal yang sama seperti menemukan sesuatu yang hilang dan saat itu kembali lagi.Suatu anugerah yang terindah yang kami rasakan saat itu.

Dalam menghadapi 9 anak dengan berbagai karakter ,dari genetik yang berbeda ,karena mereka bukan terlahir dari rahim saya,sebut saja mereka adalah anak sambung.Dengan pengalaman yang nol besar ,harus menghadapi anak -anak yang telah terbentuk keperibadiannya dengan beraneka ragam .Dari yang pendiam,pemberontak , yang selalu ceria dan ada yang masa bodoh.Hanya dengan bermodal naluri keibuan,kasih sayang dan perhatian yang tulus menghadapinya.karena bagi saya mereka adalah kado terindah yang telah dikirim Allah ,sebuah anugerah yang patut saya syukuri.Rajutan demi rajutan kami rajut bersama dengan saling mencintai dan mengasihi antara saya dan anak-anak.Hanya dengan kelembutanlah menghadapinya ,apalagi anak yang telah tumbuh besar dengan keperibadian yang telah terbentuk .

Segala cara yang terbaik bagi anak-anak ,sayapun menggali info yang berkaitan dengan cara mendidik,merawat dan membimbing yang terbaik sampai sedalam-dalamnya, demi kebaikan dan perkembangan mereka.Info dari orang yang telah berpengalaman hingga bukupun saya pelajari.Alhamdulillah begitu sangat membantu memperingan beban saya sebagai ibu muda ,25 tahun usia saya kala itu.Sungguh tugas yang amat berat yang harus saya emban dan tanggung jawab saya terhadap Allah yang telah menitipkan mereka terhadap saya.Alhamdulillah dengan kelapangan dada saya begitu menikmatinya.Disitulah peran sayapun bukan sekedar menjadi seorang ibu tapi juga sebagai guru dan sahabat bagi mereka.

Usia anakku yang pertama hanya bertaut 5 tahun dengan saya dan usia adik-adiknya hanya bertaut 2 tahun dari masing-masing anak,jadi usia yang pertama 20 tahun dan yang paling kecil kala itu berusia 3 tahun.10 tahun sudah kami bersama dengan keakraban dan penuh cinta kasih.Sebuah mimpi yang tak pernah kuduga,mendapatkan mutiara-mutiara indah dan kini mereka telah tumbuh menjadi dewasa dengan kehidupannya masing-masing, bersama suami dan anak mereka.

Dalam usia 34 tahun kini saya merasakan nikmatnya sebagai nenek dari cucu-cucuku yang lucu dan menjadi mertua dari menantu yang sholeh dan sholihah dan merekapun merasakan hal yang sama dengan menikmatinya dan penuh penghormatan layaknya sebagaimana penghormatan terhadap seorang mertua.

Sebuah pengalaman yang penuh makna dan terkadang dengan pengalaman ini saya berbagi dengan orang lain yang membutuhkannya .Karena dari pengalamanlah kita dapat berbicara terhadap orang lain tentang segala hal dalam hidup ini.



Bersama anak,menantu dan cucu tercinta...
#~~~~~~#

32 komentar:

  1. amboi ramainyo (lo kok mirip ipin) pengalaman yang membentuk anda menjadi karakter kuat mbak

    BalasHapus
  2. lamamnya baru bisa pertama disini

    BalasHapus
  3. salam sobat
    maaf baru kunjung nich mba ATEH ,,
    kemarin ngga bisa dibuka blognya ,jd hrs sign in nama pasword gitu..saya ngga bisa bukanya,,

    pengalaman akan begitu bermakna untuk seseorang yang mengalaminya.
    jujur saya ,,juga begitu mba ATEH.

    BalasHapus
  4. @ Munir Ardi # Ramai sekali bang,tapi sekarang sudah mulai berkurang ,karena tinggal yang kecil-kecil yang masih bersama...

    @ Mba Nura # oh iya maaf sekali mba,saya tidak pamit menutupnya.Sekarang kan sudah saya buka lagi untuk bertemu mba ^_^

    BalasHapus
  5. pasti suasana'y dah berbeda...
    sprt yg z alami 8 bersaudara laki smwa d saat2 santai smwa bergurau dan saling mnghibur jd smwa ksdihan hLang tp skrg ..,
    prsaan sepi lah yg ada...

    BalasHapus
  6. Subhanallah, Anda pantas menjadi ibu mereka yang sesungguhnya, Semoga mereka berbakti dan dapat membahagiakan Anda dan orangtuanya! Sukses mengiringi kehidupan Anda!

    Ya Allah, saya memohon kepada-Mu, berilah petunjuk dalam setiap langkahnya,
    berilah dia ketakwaan,
    berilah sikap menjaga martabat, dan berilah kekayaan hati buat Ibu yang mengasuh 9 titipan-Mu demikian juga dengan keluargabesarnya, Amin!

    BalasHapus
  7. Dari beberapa ibu yang telah mencoba jadi ibu dari mereka,hanya kaulah ibu Latifah yang telah mampu menjadi ibu sejati mereka,dengan penuh kesabaran dan kelembutanmu,tanpa ada keluhan sedikitpun tentang mereka ( anak-anak ),dan kini kaupun jua yang telah memetik hasil kesabaranmu dengan cinta kasih dari mereka yang tulus setulus hatimu menyayangi dan mencintainya seperti layaknya anak kandung sendiri .

    Sungkem dari anak rohaniahmu...salam hormatku ibu untuk calon penghuni istana langit...

    BalasHapus
  8. alhamdulillah mbak, engkau tlah temukan "surga" didunia ini. nikmatilah, sukurilah.

    sayang aku tak bisa menemukan tempatku parkir sebgai lokomotif disini , hikz...

    BalasHapus
  9. Sesungguhnya keluarga adalah surga di dunia ini sebelum surga di akhirat. Semoga langgeng, bahagia bersama keluarga. Wah, aku jadi pengen cepet2 juga berkeluarga nih he he he..

    BalasHapus
  10. wah, keren masih muda tapi udajh punya cucu. Nenek gaul dong, mbak.

    BalasHapus
  11. pengalaman adalah guru yang sangat berharga
    salut dan tabik untuk mba sang penghuni istana syurga

    BalasHapus
  12. Salam..Mbak Ateh..Ini sebuah contoh keluarga bahagia! :)

    BalasHapus
  13. wah, mbak...masih muda sudah punya cucu. salut saya sama mbak bisa mengurus anak di usia masih belia. hebat....

    BalasHapus
  14. wah, mbak...masih muda sudah punya cucu. salut saya sama mbak bisa mengurus anak di usia masih belia. hebat....

    BalasHapus
  15. Sungguh luar biasa ! suatu pengalaman yang tak mudah dijalani oleh seorang ibu muda yang langsung mengurus 9 anak, tapi mba Latifah mampu menjalaninya dengan baik...saluuuut !

    BalasHapus
  16. visit my blog. www.chandra-unikom.co.cc

    jangan lupa backlink ke blog saya, dan tinggalkan komentar anda disana...

    terima kasih... follow saya, dan akan saya follow balik. pasang url saya, akan saya pasang url anda juga.

    terima kasih.

    BalasHapus
  17. Subhanallah ....
    Maha Sempurna ALLAH ....
    Sungguh mulia hatimu kawan.

    BalasHapus
  18. Subhanallah, teh. Saya bisa merasakan ketulusan teteh untuk menjadi ibu mereka, pada usia muda.
    pasti berat awalnya. tapi toh ternyata teteh bisa melalui itu semua, dan sekarang merasakan kebahagiaannya.
    senangnya....pada usia semuda itu sudah memiliki cucu dan anak-anak yang meramaikan kehidupan teteh.

    salam untuk keluarganya ya teh

    BalasHapus
  19. Banyak anak banyak rezeki, tenu saja bila dirawat dengan kasih sayang. Rezeki kan tidak melulu berupa materi/uang. Banyak anak, banyak kebarokahan.

    BalasHapus
  20. Fais # Sepi terasa ya dari terbiasa ramai tiba2 hening...tersayat rasanya...

    Nuanasa pena # doa yg indah sahabat ,Terimakasih banyak semoga Allah membalas kebaikanmu...

    Anonim # terimakasih banyak ,tapi siapa anda ya ? seperti nya mengenaliku ?

    Trimatra # kasian yg ga jadi lokomotif ^_^

    Ivan # Surga dunia bagi yg merasakan nikmatnya berumah tangga ,tapi ada juga yang menganggap neraka dalam rumah tangganya...naudzubillah ya...semoga rumah tangga kita semua menjadi surga didalamnya amin.

    Ayo dong cepet2 berumah tangga ,ditunggu surat undangannya ya ? ^_^

    Kedai kopi # he he..gaul dong..biarin sudah jadi nenek ...^_^

    Attaya # Ieda #Noor's # fanny # Terimakasih banyak...

    Candra # insyaallah saya mampir ya...

    Kabasaran # semua karena anugerahNYa pak,tak ada kekuatan hanya dng kekuatanNYA-lah saya dapat menjalaninya...terimakasih pak..

    Lina # Insyaallah saya sampaikan ya salamnya...makasih banyak ya mba..

    Newsoul #Amin Allahumma amin... makasih mba...

    BalasHapus
  21. sebelumnya teteh pernah menceritakan kisah luar biasa ini di chat YM kita dulu ya teh,tapi tetap saja membaca ini aku masih mengucap subhanallah...kisah hidup yg luar biasa teteh.

    BalasHapus
  22. Senja # iya benar mba...dan semua ini saya tulis hanya semata untuk berbagi pengalaman saja yg saya anggap sangat luar biasa dalam kehidupanku..semoga kebarokahan terlimpah untuk kita ya mba..amin.

    BalasHapus
  23. mbak memang luar biasa...kelak semua pengorbanan dan kesabaran mbak akan berbalas dan menjadi amal jariyah...:)

    BalasHapus
  24. ~Zahra # amin allahumma amin ..atas doanya mba...

    BalasHapus
  25. Ada yang datang diantara yang pergi.
    Seperti halnya ada yang ramai diantara yang sepi.

    10 tahun adalah waktu yang tidak singkat. Kini Mbak Ateh sudah menjalaninya dengan sukses, membina mereka dengan penuh kesabaran dan cinta kasih yang tulus.....

    Saya salut sama mbak. Hanya wanita shalihah yang dapat melakukannya.

    BalasHapus
  26. subhanalloh.. saya gak perlu banyak2 komen..
    kamu melakukannya dengan sangat2 luar biasa, semoga selalu diberkahi mbak.. :)

    BalasHapus
  27. Sakinah...
    Mawadah...
    Warohmah...
    Cinta yang menggerakan hati seorang ibu untuk merawat dan melindungi anak2nya.
    Selamat atas kebahagiaan sempurna itu Ummi..

    BalasHapus
  28. Sakinah...
    Mawadah...
    Warohmah...
    Cinta yang menggerakan hati seorang ibu untuk merawat dan melindungi anak2nya.
    Selamat atas kebahagiaan sempurna itu Ummi..

    BalasHapus
  29. Seti@wan # Lilipery # Insanitis37 # Amin Allahumma Amin..dengan doa dari para sahabat semua yg melimpah semoga menambah kebarokahan...

    BalasHapus
  30. Semoga Rahman dan Rohim-NYA slalu mengiringi teteh dan keluarga...

    BalasHapus
  31. Dasyat! Pasti diperlukan perjuangan dan kesabaran menghadapi anak-anak tersebut. Apalagi meraka bukan anak kandung.
    Buahnya tampak bisa dipetik sekarang.

    BalasHapus
  32. Salam ziarah. Jemputlah datang ke blog saya yg baru dikemaskini. Jgn lupa tulis komen dan klik nuffnang.

    TQ.(zukidin.blogspot.com)

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !