Laman

Selasa, 15 Desember 2009

10 Kiat Bersabar dalam mendidik anak


U ntuk menjadi seorang Ibu tidaklah mudah.Beban yang berat harus ditanggungnya.Dari merawat ,menddidik dan membimbingnya agar sang buah hati menjadi anak yang diharapkan.Kita akan merasakan beratnya tugas menjadi seorang Ibu, setelah kita tumbuh menjadi seorang Ibu dari anak-anak kita.Mungkin ketika kita masih masa kanak -kanak.Kita tak pernah merasakan beban yang ditanggung oleh Ibu kita.
Seperti halnya saya yang kini telah menjadi seorang Ibu,merasakan begitu teramat berat tanggung jawab yang begitu besar kepada Allah sang pemilik yang telah menitipkannya terhadap kita .Postingan ini relevan dengan postingan saya sebelumnya, tentang pengalaman penuh makna menjadi seorang Ibu.Untuk mengatasinya pasti masing-masing setiap Ibu mempuanyai kiat-kiat khusus.Seperti halnya dengan saya tentunya mempunyai kiat yang menurut saya ampuh untuk menghadapi anak dalam segala tingkah polahnya.Mungkin disini saya akan berbagi sedikit bagaimana kiat saya menghadapi anak yang saya dapatkan dari buku 10 Kiat Bersabar dalam mendidik anak ( yang ditulis oleh Ery sukresno ,S.Psi, & Irwan Rinaldi ,SS ):

1~ Berpikiranlah positif

~Mengatasi konflik dan bukan memperburuk konflik
Keributan antara anak dengan anak atau anak dengan orang tua tidak akan pernah berhenti jika tidak pernah terselesaikan .Orang tua yang berfikir positif adalah orang tua yang mencoba mencari akar permasalahan dan mencari jalan keluar yang jelas.Bukan orang tua yang gegabah memangkas atau menyimpulkan sesuatu diujung persoalan.

~ Contoh :
Banyak anak-anak kita yang sangat susah tidur dimalam hari .Mereka mampu bertahan bermain berjam-jam melewati batas kantuk orang dewasa .Biasanya ,ini jadi masalah besar disebagian orang tua .Kita tidak jemu-jemu nya memberikan ceramah agar mereka pergi tidur.Tidak sedikit dari kita yang memaksa anak-anak memejamkan matanya dengan cara-cara yang kasar penuh ancaman ,mungkin juga pukulan.

Yang harus dilakukan :

Carilah asal permasalahan nya dengan memperhatikannya apakah tidur siangnya terlalu banyak .Ataukah sebelum tidur malam anak terus berlarian sehingga jantungnya masih berdegup dan dia belum dapat tidur dengan tenang.Atau kembangkanlah berbagai kemungkinan sampai kita menemukan asal permasalahannya.

~ Lihatlah kelebihannya bukan kekurangannya.
Jika anak kita sering bertingkah laku negatif ,orangtua mudah kehilangan pandangan tentang anaknya.Menjadi orangtua positif berati orangtua mengetahui hal yang positif dalam dirinya.

~ Contoh :
Zaki,7 tahun sulit sekali dilarang .Apa saja yang dikerjakan nya selalu menimbulkan pertengkaran dengan ibunya.Samapi-sampai ibunya berpikir Zaki ini " Anak siapa " sih,yang dikerjakan semuanya tidak ada yang benar.

Yang harus dilakukan :

Kita seringkali lebih sibuk dengan tingkah laku negatif anak.Sehingga anak berkesimpulan ,"kalau nakal pasti ibu perhatikan aku".Anak-anak tidak peduli dengan bentuk perhatian .Dimarahi lebih baik daripada tidak diperhatikan .Mungkin ibu Zaki perlu mengubah perhatiannya lebih pada hal yang positif .

~ Ajarkan tingkah laku yang diharapkan dan jangan menyalahkan
Tekanan tingkah laku negatif anak sering kali membuat kita menyalahkan anak setiap waktu .Orangtua yang positif mencari jalan untuk dapat merubah tingkah laku anaknya.

~ Contoh :
"Imah kenapa sih kamu masih 'malak' teman kau ? Uang udah ibu kasih,kok masih 'malak' juga?Otaknya dimana sih.Mikir dong apa kata tetangga ,"Si Imah nih ibunya nggak pernah mendidik.Anaknya mintain duit teman-temannya melulu."

Yang harus dilakukan :

Daripada menyalahkan ,lebih baik berikan Imah peraturan misalnya "Imah ibu tahu kamu kadang-kadang ingin beli mainan atau beli makanan ,sedangkan uang Imah tidak cukup.Sekarang Imah bilang sama Ibu nanti insyaallah kalau ibu ada uang ibu akan belikan atau Imah nanti ibu kasih uang tambahan untuk menabung .Ingat ya mah ..."
Kalau Imah melaksanakan peraturan yang sudah disepakati ,berikan pujian kepada anak dan hargai usaha anak.

~ Lajkukan kendali /kontrol ,jangan pasif
Anak-anak dapat 'menguasai' hidup kita ,mendominasi waktu kita dan membuat orang tua menjadi tidak berdaya .Orang tua yang positif akan melakukan kendali pada anaknya.

~Contoh :
Setiap kali pulang sekolah ,ami selalu membawa mainan baru .Ketika ditanya oleh ibunya ,Ami mengatakan ia tidak meminta mainan temannya
tapi dihadiahkan oleh temannya .

Yang ahrus dilakukan :

Ibutidak boleh percaya begitu saja .Ibu harus melakukan pengecekan secara detail.Bila perlu ibu harus pergi kesekolah tanpa setahu Ami .Untuk meyakinkan bahwa Ami tidak meminta tapi memang temannya yang memberikan.

# Insyaallah ,dengan tidak memperuncing masalah akan membuat hidup kita dengan anak-anak lebih mudah .Kita akan merasa menjadi ornag tua yang nyaman ,bahagia .Dunia menjajadi terbentang lapang.#

***

Karena terlalu panjang bila semua ditulis sekaligus ,maka dari itu mungkin tulisan tentang 10 Kiat Bersabar dalam mendidik anak ini akan saya lanjutkan pada postingan berikutnya.Bila memang bermanfaat silakan ditunggu kiat-kiat berikutnya pada postingan yang akan datang.

***

27 komentar:

  1. hohoho,,,mumpung LOKOMOTIF. Parkir dulu akh....

    BalasHapus
  2. hmm, enak ya bisa jadi lokomotif. Bisa parkir sembarangan.
    sering2 aja deh kayak gini, heheh.........

    BalasHapus
  3. Eits... yang ketiga bagian saya yah...he he...

    BalasHapus
  4. hemm, saya punya keponakan sukanya akhir2 ini membentak, berkata keras dan ngeyel kalo dinasehati yang bener.

    sepertinya 10 kiat ini bisa jadi bahan pelajaran dan solusi untuk mendidik anak2 kelak jika dah di beri.

    hmmm,,, lanjutkan mam postingnya tentang 10 kiat ini. very2 helpfull

    ukh, kok yg ketiganya bukan diriku, hmmm awas yah???

    BalasHapus
  5. Wah, tipsnya kayaknya manteb tuch. Cm sayang, belum punya anak teh, lha istri aja masih nyari. hehehe
    Tenang, saya cb praktekin ke anak tetangga.

    BalasHapus
  6. tipsnya oke teh, bisa diterapkan jika punya anak kelak atau untuk keponakan2ku. TFS

    BalasHapus
  7. aku praktekin aja dulu ke keponakan ya soalnya aku juga belum punya anak he he. tapi aku psti save postingan ini. bermanfaat banget.

    BalasHapus
  8. tips nya bagus bgt teteh,...menjadi ibu memang sungguh tidak mudah ya teh.

    BalasHapus
  9. Waah sekarang bermazhab "parenting" ya Ummi..hehe
    Tp gak apa2, oleh Ummi semua menarik kok. Makna "dalam"nya terasa..
    Semangat ya Ummi..

    BalasHapus
  10. Ketas berisi kiat2 ini pernah juga ada di kedai kopi tapi kertasnya dibawa lagi ama pemiliknya, seorang ibu. hiikz. tapi mantap, lengkapnya ternyata ada di sini.

    BalasHapus
  11. Wah harus beritahu sang istri nih supaya baca posting ini, perlu sekali untuk mendidik anak

    BalasHapus
  12. Dibaca
    Direnungkan
    Dicopas
    Biar bisa berbagi dengan mantan pacar dirumah..

    thanks 4 pencerahannya.

    Selamat pagi mari kita sholat dzuha

    BalasHapus
  13. Ass-salam Sis
    Satu perkongsian yang baik.Thanks

    BalasHapus
  14. Teh, makasih udah dibagi di sini. belajar beneran nih saya. berharap nantinya bisa jadi ibu yang baik.
    menunggu lagi edisi selanjutnya...

    BalasHapus
  15. saya udah pernah koment di sini tapi kok ndak ada ya?
    yg ini apa postngan sebelumnya ya?

    btw, terima kasih udah memberi tips ttg mendidik dg baik. catat dulu akh buat bekal. hehehe

    BalasHapus
  16. Wah...tips dan kiat2 mendidik anaknya mantap nih mba, nanti tak suruh mamah baca deh...he..he

    BalasHapus
  17. ooh..gitu ya mbak? mbak bener2 sabar...aku kayaknya belum sepenuhnya bisa gitu tuch, huhuu..

    BalasHapus
  18. mampir lagi. sandalku kemaren ketinggalan he he

    BalasHapus
  19. salam sejahtera
    terima kasih telah berkunjung ke rumahku
    tulisan anda bagus dan menambah ilmu saya
    saya tunggu tulisan berikutnya
    salam sejahtera

    BalasHapus
  20. salam sejahtera
    terima kasih telah berkunjung ke rumahku
    tulisan anda bagus dan menambah ilmu saya
    saya tunggu tulisan berikutnya
    salam sejahtera

    BalasHapus
  21. Saya simpan dan saya jadikan referensi ya Bu.. Terima kasih ^_^

    BalasHapus
  22. masuk mbak...
    Berpikiran positif adalah hal yg sangat baik tapi sulit dilakukan.

    BalasHapus
  23. semoga cepa sembuh snut-snutnya

    BalasHapus
  24. Kisah nyata yang bermanfaat sekali bagi kita semua dalam menangani anak-anak kita, tidak hanya bagi seorang ibu tapi juga bapak dan bagi mereka yang segera mempunyai anak!

    Sukses untuk Anda!

    BalasHapus
  25. Giginya masih snut2 ya mbak. Banyak minum air putih. PoldanMig juga manjur tuh. Aku pernah coba. semoga cepat sembuh ya mbak.

    BalasHapus
  26. jadi ingat ibuku di kampung .... semoga Allah memberiku kemudahan, sehingga januari nanti aku dapat cuti tuk bertemu ibu...Doakan aku ya sobat2 semua..

    BalasHapus
  27. Sungguh, memang tidak mudah untuk mendidik anak. Kesabaran, begitu pentinya dibutuhkan. *lho, kek dah punya anak ajah* :)

    Soalnya sehari2 ma anak kecil mbak..

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !