Laman

Rabu, 25 November 2009

Pengorbanan Nabi Ibrahim


K erinduan Nabi Ibrahim dipadang pasir tandus. kepada sang belahan dan setegah jiwa nya Siti hajar dan Ismail yang telah lama ditinggalkannya.
Dan...dipadang Arafah pertemuan indah tuk melebur rindupun tergapai ...dengan menggemgam rindu yang tergapai,Mereka mengarungi perjalanan antara palestina dan mekkah, begitu jauh perjalanan yang mereka tempuh, kelelahanpun menghampiri mereka ,di Muzdalifah mereka merebah tuk sekedar istirahat,dalam lelah mereka terantuk tidur , dalam tidur ,sebuah Wahyu hadir didalam mimpi Nabi Ibrahim,sebuah utusan telah datang mengagetkan-nya, tapi ...justru membuktikan kepatuhan nya terhadap Tuhan.Sebuah pengorabanan hati yang harus dilaksanakannya .Tuhan memerintah nya untuk menyembelih Ismail ....! ya..Ismail yang disayanginya.

Akhirnya Ibrahimpun terbangun dari tidurnya,dengan hati yang berdegup kencang .Ismail sayang ...Tuhanku yang kucinta ,bisik Ibrahim...tak kuasa air matanya berlinang,untuk sebuah pengorbanan yang harus ditaatinya.Tanpa harus membantah ,Ismailpun harus dijadikan korban.

Dengan keraguan ,Nabi Ibrahim memberitahu Ismail sang buah hati tercinta....

" Wahai Ismail,aku tadi malam diperintah oleh Allah ,Aku harus menyembelihmu ,bagimana pendapatmu nak ?"

"Wahai Ayah ,bila itu perintah ,laksanakanlah aku akan tetap sabar dan ikhlas !"sahut Ismail tenang menjawab pertanyaan sang Ayah yang penuh keraguan.

Para iblis menggoda mereka tiada henti ,agar Kepatuhan dan keta-atan mereka goyah.Tapi godaan Iblis tak mampu menggoyahkan ketaatan mereka.

Disebuah bukit,Ismail terbaring dengan ditutup kain putih, pedang pun sudah terhunus dilehernya.Allahu akabar ..Allahu Akbar .tiba-tiba Malaikat jibril datang menggantikannya dengan seekor kibas .Subhanallah.... ujian Sang Nabi pun telah lulus ,ditebus oleh pengorbanan yang ikhlas.

Firman Allah untuk Ibrahim :
"Hai ,Ibrahim kau sudah melaksanakan perintah-KU dengan ikhlas .Dan sekarang sebagai gantinya Aku berikan binatang ternak untuk disembelih .Ini adalah cobaan yang sangat besar bagimu."

Semua terjadi ,pada tanggal 10 Dzulhijah di Mina.


*_________*

~Waktu penyembelihan kurban mulai dari setelah ˜Id di hari raya kurban sampai terbenam matahari pada hari terakhir Tasyriq yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. Sehingga hari penyembelihan adalah empat hari : satu hari di hari raya kurban setelah shalat ˜Id dan tiga hari setelahnya. Barangsiapa menyembelih kurbannya sebelum selesai shalat ˜Id atau setelah terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah, maka kurbannya tidak sah. Ada yang mengatakan bahwa waktu penyembelihan hanya dua hari setelah ˜Id saja, dan menurut pendapat ini hari penyembelihan hanya tiga hari saja. Tetapi yang rajih adalah pendapat yang pertama.

Dibolehkan menyembelih kurban di waktu siang atau malam, namum penyembelihan di siang hari lebih utama. Setiap hari dari hari-hari penyembelihan lebih utama dari hari setelahnya, karena mendahulukan sembelihan termasuk sikap bersegera melaksanakan ketaatan.

An-Nawawi Rahimahullah berkata : Adapun waktu berkurban, maka sepatutnya menyembelihnya setelah shalat bersama imam dan ketika itu sah secara ijma. Ibnul Munzdiri Rahimahullah berkata, Mereka telah berijma bahwa penyembelihan kurban tidak boleh dilakukan sebelum terbitnya matahari pagi hari raya kurban. Dan mereka berbeda pendapat pada penyembelihan setelahnya [1].

Ibnu Hajar Rahimahullah berkata, Mereka sepakat bahwa kurban disyariatkan juga di malam hari sebagaimana disyariatkan di siang hari, kecuali satu riwayat dari Imam Malik dan juga Imam Ahmad [2].


KURBAN SAH UNTUK BERAPA ORANG ?

Satu kurban berupa kambing cukup untuk seorang dari ahli baitnya (keluarganya) dan kaum muslimin yang ia kehendaki, baik masih hidup ataupun sudah wafat. Telah diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyembelih kurbannya, beliau berkata :

Artinya : Ya Allah, terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad.

Sepertujuh untuk unta atau sapi mencukupi dari orang yang cukup untuk satu kambing. Seandainya seorang muslim menyembelih sepertujuh unta atau sapi untuknya dan keluarganya, maka itu adalah sah, dan seandainya untuk tujuh orang brserikat menyembelih kurban atau hadyu, satu unta atau satu sapi, maka itupun sah.


ORANG YANG DISYARIATKAN BERKURBAN

Pada asalnya kurban itu disyariatkan untuk oang yang masih hidup, berdasarkan riwayat yang mengatakan bahwa beliau telah menyembelih hewan kurban untuk diri dan kelaurganya.

Adapun perbuatan sebagian orang yang mendahulukan kurban untuk mayit atas diri dan keluarganya sebagai shadaqah dari mereka, maka amalan ini tidak mempunyai dasar menurut apa yang kami ketahui. Namun, seandainya ia berkurban untuk diri dan keluarganya lalu memasukkan orang-orang yang telah meninggal dunia bersama mereka atau menyembelih kurban untuk mayit secara sendirian sebagai shadaqah darinya, maka hal itu tidak mengapa dan ia mendapat pahala, insya Allah

Adapun kurban untuk orang yang telah meninggal dunia yang merupakan wasiat (orang yang mati) kepadanya, maka ini wajib dilaksanakan, walaupun ia belum berkurban untuk dirinya sendiri, karena ia diperintahkan untuk melaksanakan wasiat tersebut


~[Disalin dari kitab Ahkaamul Iidain wa Asyri Dzil Hijjah, Edisi Indonesia Lebaran Menurut Sunnah Yang Shahih, Penulis Dr Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar, Penerjemah Kholid Syamhudi Lc, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]

*_________*

* Selamat hari raya Idul adha 1430 H ,semoga segala pengorabanan hati kita dalam bentuk cobaan dari Allah digantikan oleh sebuah anugerah-NYA.

*_________*

26 komentar:

  1. Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 Hijriah.

    Pertama gak ya?

    BalasHapus
  2. Wah, bener2 berkah Idul Adha. Koment pertama hehehe..

    BalasHapus
  3. Terimakasih udah dishare di sini. Hikmah berkurban. Mutiara kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Nabi Ismail. Sungguh kisah2 tauladan seperti ini senantiasa dapat menginspirasi umat manusia.

    BalasHapus
  4. @ Ivan Kavalera > bisa aja ,berkah idul adha hehehe.Tumben sore2 udah dateng ? ^_^

    * Semoga bermanfaat untuk semua.

    BalasHapus
  5. asslmkum wr.wb
    salam sahabat kak.subhanAllah semoga kita meneladani kisah tersebut amien thnxs n good luck ya

    BalasHapus
  6. aduh ketinggalan berapa posting saya ini mbak, btw kisah hebat kehidupan Nabi yang Mulia Ibrahim A.S akan terus ada sepanjang masa

    BalasHapus
  7. @ Dhana > Waalaikumsalam wr.wb ,semoga menjadi tauladan dari keikhlasan dan kesabarannya ya.

    @ Munir Ardi > Iya nih bang Munir ditunggu2 dari kemaren hehe.Kisah yang tak akan usang dan bersejarah sepanjang masa.

    BalasHapus
  8. Patut diteladani, Cinta kepada Allah mengalahkan cinta terhadap anak yang sangat dicintainya! Demikian dengan anak begitu yakin bahwa semuanya kehendak Allah!

    BalasHapus
  9. @ Nuansa Pena > benar sekali,Cinta hakiki dari sang kekasih Allah ,yg dibuktikannya dengan ketaatan dan kepatuhan.

    BalasHapus
  10. sepertinya, kita semua akan posting judul yang sama pada hari jumat nanti, namun tidak apa-apa, Nabi Ibrahim memang contoh dari keteguhan iman!
    Selamat Hari Raya Idul Adha..

    BalasHapus
  11. sangat jarang org saat ini yg bisa sperti beliau... ya iyalah. secara beliau tu siapa.. kita ni siapa??? hehehe.....

    BalasHapus
  12. Ikhlas tingkat paling tinggi. Kemarin saya membaca postingan pak mulyadi si kumbang tentang seorang wanita yang menghabiskan uang yang disimpannya sedikit demi sedikit untuk membeli hewan kurban. Top !

    BalasHapus
  13. @ Gek > untuk menghormati Hari Raya idul adha ya ,pastinya para blogger semuapun melakukan postingan yg sama.Itu pertanda rasa hormat kita sebagai muslim begitu tinggi.

    @ Sungai kuantan > orang2 pilihan tentunya seperti halnya para nabi ,mereka orang2 khusus yg dipilih Allah.

    @ sI baho way > benar ikhlas tingkat paling tinggi ,oh iya jadi mengingatkan saya nih belum mampir ke bang moel ..hehe

    BalasHapus
  14. yayayaya.... inilah makna dari Idul Adha yg sebenarnya... bukan cuma sekedar menyembelih hewan kurban lalu selesai, tapi ada makna lain yg patut untuk kita renungkan....

    BalasHapus
  15. Selamat hari raya Idul Adha ^^

    BalasHapus
  16. Selamat Hari Raya Idul Adha....

    BalasHapus
  17. sambil menunggu sahur siap saji,,besok pada puasa kan?
    perjalanan kisah ibrahim-ismail itu kini dinapak tilas oleh tiga juta orang tiap tahunnya, sungguh satu sejarah manusia yang tak ada bandingannya!!!

    BalasHapus
  18. Selamat merayakan Idul Adha ya, mbak!

    BalasHapus
  19. selamat hari raya Qurban ya teh ^_^

    saatnya kita berbagi untuk yg kurang beruntung,hikmah cerita nabi ibrahim sungguh luar biasa.

    BalasHapus
  20. Selamat Idul Adha semuanya..... semoga membawa berkah, dan besok ada banyak sate nih... hi..hi..hi...

    BalasHapus
  21. Makasih Teh... udah menyegarkan ingatan saya kembali untuk senantiasa berkorban...
    karena hidup sejatinya adalah sebuah pengorbanan.
    Berkorban adalah awal dari sebuah kemenangan bukan kekalahan.

    BalasHapus
  22. Keteguhan iman seorang Utusan Allah: tak bertanya lagi tentang perintah. Walau sekilas terlihat konyol dan absurd sekalipun, titah dari Kekasih selalu diamalkan.
    Mungkin dalam konteks kita saat ini, yaitu bertaklid kpd Syeks Mursyid. Seperti Rami dalam novel sufistik Sang Raja Jin, Gurunya menyuruh ia masuk ke nerakapun ia patuhi tanpa berupaya menafsir ulang, seperti yg sering dilakukan prang modern kebanyakan.
    Semoga kisah Nabi Ibrahim yg diulas kembali oleh Ummi dapat kita tauladani dalam mematuhi semua perintah Guru. (dan itu lebih berat dari apapun.walau tidak sekarang, namun saya berdoa mudah2an sy dapat bersikap layaknya mayit di hadapan Syekh Mursyid, qsa

    BalasHapus
  23. selamat hari raya idul adha..

    BalasHapus
  24. Subhanallah...
    Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail membuktikan sebesar itulah cinta dan ketaatan mereka pada Allah, dengan merelakan jiwa dan raganya...
    Syukron sudah mengingatkan tentang kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail...
    Smoga kita dapat mengambil hikmah dibalik kisah tersebut...

    BalasHapus
  25. di bible juga ada kisah spt ini. met idul adha ya

    BalasHapus
  26. kisah cinta paling romantis di sepanjang jaman..
    karena cinta tidak harus selalu diartikan: 'saling memiliki ataupun berpasangan' he he alkatro sok tahuu..

    BalasHapus