Laman

Kamis, 16 Juli 2009

Surat Ke 1 : Hadiah spesial Istri untuk para Suami


K etika aku membaca sebuah buku ,tiba sebuah pertanyaan muncul dan menghentikanku: Sudahkah anda bahagia ? Kuperhatikan dengan seksama huruf – huruf itu , lalu kutengok diriku dan kutanyakan padanya pertanyaan ini : “ Wahai jiwa apakah kamu merasakan kebahagiaan ?” Lalu akupun mulai bertanya tentang kebahagiaan .

Kemudian kukatakan kepada diriku : Ya ,aku merasakan kebahagiaan itu .Karena aku punya pekerjaan ,rumah ,rupa yg cantik ,dan aku memiliki suami yg memiliki kedudukan .Dimasyarakat aku tampak bahagia , karena aku mempunyai tiga orang anak laki-laki dan tiga anak perempuan . Mereka semuanya memiliki gaji yang lumayan dan mereka selalu memberikan aku hadiah dari waktu ke waktu .

Dan hari-hari pun berlalu ,tapi perasaan bahagiaku terus berkurang dan berkurang.Tiba- tiba kisah yg kudengar dari imam masjid membuatku tercenung Inilah kisahnya wahai suamiku :

Seorang lelaki dating pada Imam Ahmad –Rohimahumullah- dan bertanya kepada beliau : “ kapan seorang hamba hamba bisa merasakan istirahat ?”

Maka Imam Ahmad menjawab : “ Ketika satu kakinya telah menapak disyurga “.

Malam itu aku tidak bisa tidur .Kata-kata itu mulai menderaku “ Ketika satu kaki telah menapak disyurga “.

Aku merenung dan bercermin .Kurenungkan diriku dan kutanyakan padanya :” Apakah kamu merasakan kebahagiaan itu ?”

Tapi ia diam –tidak menjawab .Kuperhatikan pakaian – pakaianku, perabotan- perabotan rumahku yang serba sangat mahal .Semunanya hampa .

Suamiku …
Ijinkan aku berterus terang kepadamu.Maaf,karena kata- kata ini sangat pedas tapi harus didengar : Semua yang kau berikan padaku tidak memberiku kebahagiaan yang sebenarnya.

Ya,aku berterimakasih kepadamu atas segala atas yang telah kau berikan padaku,tapi hatiku belum merasa bahagia sepenuhnya.Sesungguhnya kebahagiaan hati dan ketenangan jiwa tidak pada semua yang kumiliki .Ya, aku fakir …Tapi, tahukah kamu,dari apa ?

Aku fakir dari Iman ,dari Alquran ,dari khuhsyu ,dari tawadhu’,dan dari muraaqabatullah’azza wazalla { perasaan diawasi ALLAH }.

Berapa banyak makan yang mahal-mahal telah kau berikan padaku Dan berapa banyak hadiah – hadiah yang mahal telah kau berikan untukku .Tapi terus terang ,berapa nasehat-nasehat keimanan yang telah kau berikan untukku?

“Dan pakaian takwa itulah yang paling baik “. [ QS.al-A’raf:26 }.
Suamiku,manakah kebahagiaan itu ?Ya,aku mengingninkannya.Ambil semua hartaku .Ambil semua anak-anakku Ambil semua yang ku miliki .Tapi,kuingin merasakan manisnya iman dan hidayah yang telah dirasakan oleh wanita- wanita yang bertaubat dan kembali pada ALLAH.



Sumber : Abu Jihad Sultan Al-'umari

22 komentar:

  1. [Idem...sama bang Iwan..]
    bener2 spesial...

    BalasHapus
  2. Terima kasih sahabat, tulisan ini sangat memberi inspirasi sekali buat saya.

    BalasHapus
  3. yups setuju, takwa selalu menemani sampai kapan pun

    BalasHapus
  4. @ Seti@wan D : berarti setuju dan cocok ya pak ?
    @ Sikumb@ng & Surewi : Syukron jazakumullah...
    @ Buwel :muraaqabatullah’azza wazalla { perasaan diawasi ALLAH }.

    BalasHapus
  5. Terimakasih Ibu Latifah ...hanya didunia maya saya berani bersua dan mengungkapkan kekagumanku kepadamu .Insyaallah aku akan selalu hadir untuk koment di blog ibu.mohon maaf aku tidak bisa memunculkan identitasku.yg jelas aku pengagummu...lahir batin.

    BalasHapus
  6. @ Anonim : siapapun dirimu saya haturkan banyak terimakasih yg sebesar2nya atas segala perhatiaannya...

    BalasHapus
  7. Istri itu benar-2 sudah tak lagi silau dengan duniawi.. Karena baginya itu semua sudah tak penting lagi..
    Makasih udah sharing ya mbak....

    BalasHapus
  8. menggedor-gedor kesadaran. manis..!

    BalasHapus
  9. Menggugah rasa, sayapun terpesona.

    BalasHapus
  10. nice post mbak ateh,bisa menjadi pencerahanbagi kita bahwasanya tidak ada yg lebih melebihi dari nikmatnya Iman.kita hidup mmg membutuhkan harta tapi harta bukanlah segala hal yg membuat bahagia.

    BalasHapus
  11. @ Reni : Mar'atun sholihah =wanita yg sholihah semoga kita bisa sepertinya amin.
    @ Ivan kavalera ,: Mengetuk relung hati setiap kaum wanita...untuk lebih baik menjadi wanita yg sholihah.
    @ Newsoul ,: Dengan taatnya wanita itu,siapapun akan terpesona..semoga kita bisa sepertinya.
    @ Linda :Setuju mbak ..saya sependapat sekali...

    BalasHapus
  12. wow keren teh manteb bangetz

    BalasHapus
  13. manggut2 juga neh mba. ;) yang muda gak bisa berkata apa2 masih blm banyak pengalaman.

    BalasHapus
  14. ya Allah
    tunjukilah kami jalan yg lurus
    jalan yang Engkau ridhoi

    BalasHapus
  15. Assalamualaikum bu...

    maaf nih agak berkerut dahiku membaca tulisan ibu. bukannya tidak bisa membacanya tapi ungkapannya itu lho bu.... apakah ini kisah nyata ataukah pencerahan yg ingin di kongsi bersama?
    ah apapun itu yang jelas diriku berharap semoga esok ketika saya sudah bergelar istri saya bisa merasakan bahagia yang hakiki.Amin.
    terima kasih kunjungannya bu..
    salam hangat sehangat mentari pagi

    BalasHapus
  16. ....Mengetuk relung hati setiap kaum wanita...untuk lebih baik menjadi wanita yg sholihah.....kata Ateh

    ....lah yang mengetuk kaum pria...
    mungkin ini...Tapi terus terang ,berapa nasehat-nasehat keimanan yang telah kau berikan untukku?..

    BalasHapus
  17. @ Dwina : Artikel ini saya salin dari buku tulisa Abu Jihad Sulta Al-'umari dan diterjemahkan oleh Muhammad bin Ibrahim penerbit Qaula Smart Media.Dan semoga menjadi pemicu kita sebagai wanita untuk menjadi maratun sholihah amin .
    @ Arena Digital :Mengetuk dan memicu setiap hati wanita mas...karena tulisan ini walau ditujukan kepada para suami ..tapi apakah kaum wanita semua sudah berfikiran sama dengan wanita yg ada pd artikel ini...ingin bahagia dengan Taqwa.Belum tentu kan ?

    BalasHapus
  18. selamat malem mba
    aku berkunjung lagi

    BalasHapus
  19. tulisan yg sangat inspiratif...dan jadi bahan renungan kita semua...

    BalasHapus
  20. Kata-kata yang sungguh berkesan...

    BalasHapus
  21. yapz...
    semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohamah...

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !