Laman

Jumat, 24 Juli 2009

Cinta Baiti....




D iujung sebuah gang terletak sebuah petak beberapa kontrakkan yang berjejer .Dikontrakkan baris tengah .disebuah teras kontrakkan itu duduk seorang wanita berusia 46 tahun .Sambil memeluk lututnya yg ditekuk.Wajahnya merunduk sangat dalam .Seolah tidak mau terlihat oleh orang lain .Kontrakkan ini mungkin sudah yang kesekian puluhnya dia sewa diantara kontrakan lainya .

Terdengar didalam ruangan teriakkan sang suami mengagetkan Baiti yang sedang asyik melamun diluar .Dengan sangat kasar suaminya teriak tanpa ada rasa malu terhadap tetangganya dan pemilik rumah .Teriakkan ,jeritan dan umpatan sudah menjadi sebagian rumah tangga mereka dalam sehari-hari.
“Kamu kerjanya apa sih ,aku mau makan tapi ga ada apa-apa !”Teriak suaminya keras sekali.Tanpa mau tahu .
Baiti hanya terdiam dan menunduk dengan segala rasa tertahan dalam hatinya.Mulutnya terkatup seperti terkunci .Karna rasa takut yang amat sangat terhadap suaminya .
“Jawab dong jangan diam saja ?” teriak suaminya lagi .Baiti semakin terdiam .Bingung,kesal dan takut.Sudah seminggu suaminya tak memberi ia uang belanja.Sedang kan suaminya minggu yang lalu hanya memberi uang seratus ribu ,itupun untuk uang saku sekolah kedua anaknya.Dengan uang yang sangat minim itu Baiti kebingungan untuk membagi-baginya.Dan untuk hari ini uang itu benar-benar tidak ada sepeserpun.Kedua anaknyapun ,berangkat kesekolah tanpa uang saku.
Suaminya kerja serabutan menjadi kuli bangunan.Itupun kalo dia lagi ada kemauan bekerja.Kalau lagi tidak ada mood.Suaminya berleha-leha saja dirumahnya.Sungguh terlalu memang.

Usia Baiti terpaut sepuluh tahun lebih tua dari suaminya .Keseimbangan usia yang sangat jauh.Baiti yang sudah memperlihatkan kerut-kerut diwajahnya dan tubuh yang mulai melebar ,kulit yang mulai mengendur.Sedangkan sang suami masih dalam keadaan kuat dan gagah.Mungkin karena terpaut usia yang tidak seimbang yang menjadikan buruknya rumah tangga mereka.

Dulu Baiti memang bekerja disebuah perusahaan ,dengan gaji yang lumayan untuk menutupi keuangan rumahtangganya.Karena suaminya waktu itu tidak bekerja sama sekali.Tapi karna suatu hal yang membuat Baiti harus berhenti bekerja.

Pernah suatu ketika Baiti yang sabar dan tegar itu “ curhat “ terhadap sahabatnya .
” Aku bingung han, sama suamiku, sepertinya dia tak pernah mencintaiku ,buktinya tak pernah ada kemesraan diantara kami ,yang ada hanya umpatan dan makian dari suamiku .” Dengan terpaksa Baiti “ curhat “ karena rasa tertekan yang sangat dalam.
”Tapi aku coba pertahankan rumah tangga demi kedua anakku .”
Dengan menarik nafas panjang Baiti pun terdiam.

Baiti yang ceria dan pinter menutupi penderitaannya itu .Menangis sejadinya dipelukkan sahabatnya itu.Sahabatnya hanya terdiam .Hani nama sahabat Baiti hanya mampu merenungi nasib sang sahabat ..

Suatu adegan yang miris dan menyedihkan ,Apakah dalam rumah tangga Baiti didasari oleh cinta ?

Cinta memang sebuah misteri yang sulit untuk ditebak…
Cinta adalah keikhlasan dan pengabdian…
Tanpa keikhlasan dan pengabdian cinta takkan utuh …
Dengan keikhlasan cinta kita takkan merasa teraniaya bila kekasih berkhianat dan menyakiti …karena tersimpan ketulusan dan hanya cinta karna Allah…
Dengan pengabdian Cinta …takkan ada saling menuntut dalam segala hal.

Kisah ini hanyalah satu dari sekian banyak yang hadir dalam kehidupan…
Masih terlalu banyak Baiti –Baiti lainnya…

Bersyukurlah kepada yang memilki Cinta indah dengan didasari saling menyinta …

17 komentar:

  1. Cinta yg manis tapi mengenaskan. Kisah haru biru dari cinta.

    BalasHapus
  2. Aduh mbak.., miris banget bacanya.
    Memang cinta itu misteri...
    Namun kisah spt Baiti banyak kita temui dalam kehidupan ini ya ??

    BalasHapus
  3. Cinta tanpa menghargai, sungguh menyengsarakan, prihatin untuk mbk Baiti.
    semoga Allah memberi kesabaran seluas samudera bagi mbk Baiti, dan semoga Allah memberi limpahan 'Kasih" di hati suaminya agar dia lebih mengasihi dan mencintai istrinya.

    BalasHapus
  4. Masih banyak Baiti - Baiti yang lain... Namun bila semua didasari karna Allah, Insya Allah akan menemukan kebahagiaannya... Semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran buat kita, khususnya buat para suami untuk tidak mensia2 kan cinta istrinya

    BalasHapus
  5. kita tak bisa mendikte cinta,karna cinta adalah hati...[bener ngga ya..]

    semoga 'baiti-baiti' mendapat cinta abadi di sorga kelak atas kesabarannya..

    BalasHapus
  6. seorang temen baikku baru saja dilamar jejaka yg muda 13 tahun darinya.
    semoga mereka hidup bahagia.

    BalasHapus
  7. dua minggu ke depan mereka akan menikah
    semoga dirahmati Allah SWT

    BalasHapus
  8. Misteri cinta. Dia adalah keikhlasan yg selalu memberi tanpa menuntut untuk menerima. Dia yang terluka ketika di saat yang sama dirinya mampu membahagiakan.

    BalasHapus
  9. Cinta? Susah untuk didefinisikan. Baiti memang tragis, tp benarkah dia sudah memahami suaminya dengan benar?
    Kadang cara memandang cinta antara laki-laki dg perempuan berbeda. Perempuan cenderung menginginkan perhatian dalam bentuk yang romantis, tp kadang laki-laki lebih memilih perhatian dalam bentuk yang rasional.
    Ah, cinta manusia... Dipikirin juga gak ngerti-ngerti. Mentok pd tiap pribadi yang berbeda-beda

    BalasHapus
  10. kenapa wanita yang mesti menderita ya...? seperti artikel:
    --Antara Michael Jackson & Syahidah Marwa
    --Nyatakan Cintamu
    --Surat ke 2:Dimanakah kasih sayang itu ?...dll.

    kapan2 posting artikel terbalik non...misalnya Baito..yang menderita..he..he..he..

    BalasHapus
  11. Kirain Baiti Jannati, hehe. Semoga para baiti bisa berpikir positif untuk bangkit dari menekuk lutut.

    BalasHapus
  12. mmenyedihkan,mudah2n bs jd pelajaran. slm kenal

    BalasHapus
  13. menyedihkan....namun segala kejadian pasti ada hikmah dibaliknya...

    seandainya Baiti bener2 mencintai karena Allah semata... ingatkan suaminya, dgn cara2 santun, bila tidak dia sendiri..bisa dengan minta tolong sahabatnya...krn membiarkan suami berperilaku spt itu...sama saja membiarkan suami terpasung dalam "kegelapan"...

    wallahu'alam.

    BalasHapus
  14. Cinta tidak akan memberikan apa-apa, jika kita sendiri tidak memahami cinta.
    Ada banyak cinta yang kita temui, kita memilih sesuai dengan apa yang terbersit dalam hati, atau mungkin seperti apa yang orang lain simpulkan.
    Terkadang kita melihat indahnya kisah cinta seseorang, atau sebaliknya seperti ‘ba-iti’, sesungguhnya keindahan dan kedukaan yang kita lihat , adanya di dalam pikiran kita bukan terletak pada apa yang kita lihat.
    Sejauh mana dan sedalam apa dan sebanyak apa dan …. Isi dari pikiran kita , itulah yang kita sangkakan ….masih ‘fantasi’…..layaknya fatamorgana….dari jauh terhampar air setelah dekat tidak ada apa2, dari luar, kehidupan yang bahagia, setelah dekat, tidak seperti yang dibayangkan, …sepertinya hidup yang susah, ternyata yang bersangkutan malah hidup bersahaja.
    Mungkin dari sini …. Kita harus banyak memahami orang bukan ingin dipahami, harus banyak mengerti orang bukan ingin dimengerti, banyak memperhatikan bukan ingin diperhatikan, kita harus mencoba berpikir apa yang orang lain pikirkan, apa yang mereka rasakan, mencoba memahami sebuah kisah dari berbagai sudut pandang.
    Sah-sah saja menilai, tapi lebih bijaksana bila kita mencoba menelaah dan menganalisa
    Banyak variable-variabel yang terhubung dengan sebuah kejadian, perlu kita tengok.
    Cinta …
    Tidak ada Cinta seindah kecintaan pada Illahi
    Sandarkanlah kepadaNya seperti kita bersandar didekapan kekasih
    Apapun adanya …. Kita akan merasakannya ….kalaupun ada sakit, kecewa …. Itu hanya lintasan ke-manusiawi-an
    Konsekwensi akibatnya semuanya telah diserahkan pada sang kekasih Yang Maha Mengasihi

    BalasHapus
  15. cinta memang butuh pengorbanan. met hari minggu ya.

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !