Laman

Rabu, 15 September 2010

Ayah, Maafkan aku !


Apakah kita sebagai anak ingat…
Ketika kita menikmati makan lezat , mendapat pendidik yang layak untuk sekolah, mendapat pakaian yang bagus / indah dan  tempat tinggal yang nyaman, bahwa itu semua jerih payah dan hasil banting tulang, dengan tetesan peluh yang membasahi tubuh ayah kita.
Dari mulai terbit matahari hingga matahari terbenam kembali, dengan penuh ketulusan , keikhlasan dan  tanpa keluhan , semua itu demi untuk kita yang disayangi nya sepenuh jiwa.

Kala itu Yang kita ingat hanyalah, makanan yang lezat dan nikmat, title yang ingin kita raih, kecantikan dari pakaian dan kenyamanan di mana kita tinggal. Tanpa memikirkan, bagaimana seorang ayah mendapatkan semua itu untuk kita . Mungkin disaat seperti itu bila kita mengingatnya, rasa hormat dan takdim kita akan selalu kita persembahkan, dengan selalu berbakti terhadapnya.


Sedangkan seorang ayah selalu ingat…
Bagaimana seorang anak agar makan yang lezat, pakaian yang bagus dan indah, pendidikan setinggi mungkin, tempat tinggal yang mewah dan nyaman dll. Dengan segala usahanya apapun yang terjadi hanya untuk kita sang buah hati.

Apakah kita sebagai buah hatinya harus merasa kecewa…
Ketika ada sentuhan perkataan seorang ayah berbentuk nasehat ?
Sedangkan kita selalu membuatnya kecewa dengan selalu membangkang atas nasehatnya, mungkin juga suara kita dengan nada yg lebih keras dari nasehat ayah kita.

Sedangkan seorang ayah selalu memaafkan …
Atas kelalaian dan kekhilafan sang buah hati, bila ada sentuhan perkataan dan sikap kita yang melukai hatinya.

Maka dari itu, Balaslah jasa kedua orang tua sesuai dengan apa yang telah diberikan terhadap kita dengan cara berbakti, taat, santun dan menghormatinya.

18 komentar:

  1. " Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." Amin...

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah...ku tak pernah berani sama Ayah/Ibu.Nice post ,sist.

    BalasHapus
  3. Slain Ibu, ayah adalah orang kedua yg harus dihormati di Dunia ini..

    Oh ya mbak mohon maaf lahir bathin ya..

    BalasHapus
  4. Miss my dad...hffhhhh...

    Semoga Ayah telah maafkan segala salah dan khilafku, semoga beliau bahagia di alam sana.
    Thanks, Sist. Nice post.
    Bolehkah tukaran link?

    BalasHapus
  5. Jadi kangen sm Aby nun jauh dimato.hoho

    BalasHapus
  6. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang penyembuhan
    dan kesehatan di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan
    kunjungi, mudah-mudahan manfaat

    BalasHapus
  7. Semoga Ayah telah maafkan segala salah dan khilafku, semoga beliau bahagia di alam sana.

    BalasHapus
  8. @rental : semoga beliau beristirahat yang tenang di sana ya mas. ^_^

    BalasHapus
  9. pakabar?
    makin tinggi nih ilmunya, tulisan top yang penuh makna..
    Oia ada salam dari kang enes...n lgu wahai cantik dia udah bisa di dengerin di wall fb nya ato http://www.facebook.com/pasti.robbianto?v=app_2405167945 free download lho heheheh..

    BalasHapus
  10. Jadi ingin memeluk ayah dan ibuku nih mbak... :D

    BalasHapus
  11. Mbak... postingan yg membuatku terharu...

    BTW, maaf banget baru sempat mampir lagi mbak..

    BalasHapus
  12. Postingan yang penuh penghayatan untuk dibaca dan direnungi.
    Salam saya Teh.. .

    BalasHapus
  13. nice...
    doa untuk papaku (alm)

    BalasHapus
  14. Siapapun tentu akan selalu ingat betapa Ayah kita berjuang sekuat tenaga agar keluarganya tidak kekurangan apapun di dunia ,salut dan angkat topi buat para Ayah yang sangat mencintai dan peduli pada anak-anak dan seluruh keluarga yang menjadi tanggung jawabnya,saking dominannya kadang-kadang Ayah melupakan satu hal ,bahwa jika sudah dewasa seorang anak tidak selalu harus menuruti kemauan Ayah terus menerus ,karen a anakmu bukanlah milikmu melainkan milik masa depannya sendiri.Kebahagiannya tidak bisa lagi dibeli dengan segudang nasehat dan bermacam-macam permainan yang diberikan ketika waktu kecil dahulu,diasudah memiliki dunianya sendiri, dunia di mana dia belajar hidup tanpa bayang-bayang ayah yang selalu mencurahkan kasih sayangnya,Ayah yang selalu tampil membelanya dari gangguan orang-orang yang ingin bergaul dengan dengan anak gadisnya.Semua orang yang mendekati anak gadisnya dianggap akan meracuni jiwa dan pikirannya.

    BalasHapus
  15. Aduh Ayah seratus persen saya mempercayai bahwa ayah peduli dan khwatir kalau anak gadis terutama terperosok ke jalan yang salah,tapi ayah juga harus memahami tanpa bergaul,mana mungkin kita dapat mengenali karakter orang-orang dan mana mungkin kita bisa mengetahui bahwa tidak semua orang di luar sana semua berbahaya,tidak Ayah anak gadis yang sejak kecil sudah kau kenalkan dengan sifat baik dan sifat buruk,insya Allah akan dapat melindungi dirinya,bukannya tuntunan Agama yang kuanut sudah sejak awal memberi rambu-rambu bagaimana menjadi seorang gadis yang baik.

    BalasHapus
  16. terima kasih atas segala pengorbanan yang tiada pamrih,, hanya lantaran cinta kasihmu pada kami,,, maafkan kami ayah,,,

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !