Laman

Kamis, 03 Desember 2009

Hidayah untuk Rumi


R umi ,adalah wanita yang pernah terapi ditempat kami karena terjerat oleh nistanya Narkoba,waktu itu usianya baru menginjak 17 tahun ,usia yang begitu masih muda ,tapi dalam usia semuda itu hidupnya sudah hancur oleh nistanya narkoba.

Ntahlah siapa yang disalahkan atas kejadian buruk yang menimpa kehidupan Rumi,Orangtuanyakah ?...
bila dilihat dari rumah tangga orangtuanya yang bercerai, mungkin semua itu salah satu penyebabnya.Yang membuat sang anak jatuh terjerembab kelembah nista yang telah menghancurkan masa depannya.
Tapi setelah kami perhatikan ,ternyata kesalahan ada pada sang ibu yang tidak tegas dalam mendidiknya.
Kami terkaget ketika Rumi begitu berani menampar sang ibu didepan orang lain,karena ada keinginan yang tak dapat dipenuhi oleh sang ibu.Dan sang ibu ketakutan seperti sang budak yang patuh pada majikannya.Kelakuan Rumi yang berani terhadap Ibunya itu sudah terbiasa dilakukannya .Hampir setiap hari dan setiap waktu.
Sedemikiannya seorang anak memperlakukan Ibunya sendiri ,tanpa ada rasa takut dan malu.Mungkin semua tingkah lakunya terhadap orang tuanya itu efek dari Narkoba ,begitu dahsyatnya jerat narkoba.Yang menghancurkan segala jaringan organ tubuh hingga otak .Astaghfirullah ...kami hanya mampu istighfar dalam hati melihatnya.

Cukup lama Rumi diterapi ditempat kami dengan terapi dzikir,yang dilakukan selama 40 hari berturut-turut,sempat Rumi melarikan diri karena tidak tahan jauh dari narkoba.Tapi Alhamdulillah kami dapat mencegahnya.

Setelah terapi selesai ,Rumipun kembali pulang kerumahnya.Sekian lama kami tak mendengar kabar beritanya ,terdengar kabar tentang Rumi kembali lagi terjerat narkoba .Akhirnya Rumipun dibawa kembali ketempat kami untuk terapi ,sudah berkali-kali Rumi diterapi tapi setelah selesai terapi pasti kembali lagi kedunia narkoba bersama teman-temannya,mungkin dikarenakan tidak ada kerjasama yang baik dengan sang Ibu juga keluarga Rumi,yang akhirnya sulit untuk melepas jerat Rumi dengan narkoba.Dan mungkin dikarenakan Hidayah Allah belum sampai untuknya .

Vonis dokter ,Rumi mengidap HIV.Keluarganya hanya pasrah dengan kenyataan yang menimpa Rumi.Dengan penyakit yang menakutkan itu akhirnya Rumi tersadar dan akhirnya kembali terapi ditempat kami.
Alhamdulillah ,HIV menyadarkan Rumi dan ingin menjauhi narkoba. Kini Rumi menikmati kehidupan normal yang semestinya.
Narkobapun sudah jauh dari kehidupannya dan sudah memiliki rumah tangga yang bahagia ,walau penyakitnya masih menggerogoti.Dan subhanallah ...setelah cek darah yang terakhir kali nya,HIV bersih dari tubuhnya .Membuat keyakinan Rumi bertambah atas karunia yang diberikan Allah kepadanya.Suatu anugerah terbesar untuk Rumi.

@*********@



Itulah kejamnya jerat narkoba yang membawa pemakai ke lembah yang curam.Kejadian Rumi diatas contoh salah satu dari sekian banyaknya korban narkoba.Alhamdulillah Hidayah dan Taufik telah sampai untuknya ,yang mana telah diberikan kesempatan untuk bertaubat ,seandainya pertolongan Allah tidak sampai padanya,mungkin Rumi akan mengalami hidup yang sia-sia dunia dan akhirat .Semoga keluarga kita yang tercinta dilindungi oleh Allah dari jeratannya .Amin Allahumma Amin.

@*********@

18 komentar:

  1. amin.amin.amin

    ternyata ada juga obat dari HIV untuk si rumi, yaitu taubatan nasuha...

    narkoba, musuh yang sangat berbahaya mbak, merusak jasmani, pikiran sampai hati kita...

    ayo bersatu lawan narkoba, mulai dari diri kita, keluarga kita dan org2 terdekata kita.

    BalasHapus
  2. Hidayah yg turun kepada Rumi adalah salah satu bukti Rahim-Nya. Kesembuhannya dari HIV suingguh sangat ajaib. Subhanalah.

    Say No To Drugs!

    BalasHapus
  3. Ya Allah jauhkanlah keluarga kami dan keluarga para blogger dari jeratan narkoba! Amin!
    Alhamdulillah Rumi sudah tertolong, tentunya masih ada rumi-rumi yang lain, semoga mereka mengikuti jejak rumi dalam melepaskan dirinya dari narkoba dan penyakit HIV! ! Amin!
    Taubatlah yang membuatnya sembuh, Subhanallah! Tentunya dengan bimbingan dan terapi dzikir di tempat mbak serta Kehendak Allah, Terjadilah! Allah Akbar .....La Haula wa La Quwwata Illa Billah!

    BalasHapus
  4. syukurlah Rumi akhirnya sadar... semoga kisah si Rumi ini menjadi cermin bagi kita ya mbak... thanks atas sharingnya...

    BalasHapus
  5. narkoba emang jahat, untung Rumi masih mau sadar....gile, sikapnya kasar banget gitu

    BalasHapus
  6. aminn ya Allah....

    syukurlah rumi akhirnya terbebas dari narkoba y mba dan luar biasanya terbebas dari HIV.

    alhamdulillah...

    semoga klrg kita dijauhkan dari segala yg merusak seperti narkoba dll.

    BalasHapus
  7. @To All> cerita diatas adalah kisah nyata ,semoga kita dapat mengambil hikmah dari balik kisah ini.

    BalasHapus
  8. Kisah nyata yang mengharukan! Ayo Rumi-Rumi yang lain berusahalah meninggalkan narkoba!

    BalasHapus
  9. Baca judulnya tadi kirain mbak mau cerita ttg Jalaluddin Rumi, tokoh sufi sejati, hehe ternyata bukan yach...
    Anyway, aku turut bersyukur untuknya, semoga kita juga dapat mengambil hikmah dari kejadian ini. Amin...

    BalasHapus
  10. Kisah yang membuat saya terenyuh membacanya teh... semoga saja Rumi-Rumi yang lain dapat seperti itu.

    BalasHapus
  11. Sebuah kisah nyata yang layak dibaca oleh para remaja dan siapa saja .
    nice posting

    BalasHapus
  12. nampar ibunya? ya ampuun, bener2 deh tuh anak durhaka. tapiitulah narkoba. dampaknya bikin orang jadi spt setan ya.

    BalasHapus
  13. Terkadang Hidayah-NYA datang dari pintu yang tidak kita kehendaki........

    semoga Rumi bisa memberi tauladan bagi sahabat lain yang terjerat narkoba...

    BalasHapus
  14. Sama dengan mba Fanny, sayapun terkaget2 dengan kalimat menampar ibunya...wah itu sih sungguh terlalu ! tapi yang jadi pertanyaan apakah ia bersikap seperti itu, sebelum atau sesudah memakai narkoba...?

    BalasHapus
  15. Subhanalloh...sungguh beruntung si RUMI...

    BalasHapus
  16. @ Noor's blog > Rumi terjerat dari usia 13 tahun dan berbuat seperti itu pada ibunya semenjak mengenak narkoba,karena rumi kecil adalah anak yg manis.

    BalasHapus
  17. cerita yang membuat saya menerawang mbak banyak generasi muda yang seperti ini tetapi mereka tidak bertobat terus terperosok dalam dosa

    BalasHapus
  18. Miris membacanya mbak... ternyata narkoba sudah banyak meracuni generasi muda..
    Alhamdulillah... akhirnya Rumi bisa mendapatkan hidayah Allah.
    Semoga masih banyak rumi-2 lain yg terselamatkan..

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !