Laman

Senin, 07 Desember 2009

Air Susu Di balas Dengan Air Tuba

K ondisi fisik nenek Fatmah sebetulnya baik hanya dikarenakan usia saja yang sudah lanjut hampir 70 tahun usianya. Keseharian Nenek Fatmah hanya terbaring ditempat tidur dengan mata menerawang menatap langit-langit atap kamar.Tanpa ada yang menemaninya ,bila ada keinginan buang air kecil ataupun buang air besar Nenek Fatmah hanya mengetuk mangkuk kaleng dengan sendok ,yang telah disediakan oleh anak-anaknya.Agar bila Nenek Fatmah mudah untuk memanggil mereka.

Sudah hampir sepuluh tahun Nenek fatmah terbaring ditempat tidur dengan keadaan seperti bayi kembali,semuanya dilakukan diatas tempat tidur tanpa bergeser sedikitpun ,karena fisiknya sudah tak mampu digerakkan karena keadaann yang lemah.Anak Nenek Fatmah ada 9 putra -putri,termasuk cucu yang sudah besar-besar. nenek Fatmah tinggal bersama anaknya yang bungsu,dan... anak-anaknya yang lain sudah memperlihatkan kebosanannya merawat sang ibu,mereka mulai menelantarkan ,dengan jarang mengunjunginya ,malah nyaris tak pernah .Anak bungsu Nenek fatmahpun merasakan hal yang sama ,bosan.

Akhirnya Nenek fatmahpun dititipkan di panti jompo oleh anak-anaknya,tanpa ditanyakan dan dipikirkan dahulu kepada sang Ibu,bersedia ataupun tidaknya.Karena sudah di gelayuti rasa bosan yang sudah menyesakkan dada mereka sebagai anak,akhirnya nenek Fatmah pun dibawa ke Panti Jompo.agar mereka merdeka terbebas dengan repotnya mengurus sang ibunya sendiri yang telah berjuang mengandung dan melahirkan hingga akhirnya dirawat dan dididiknya sampai semua anak-anaknya mencapai gelar sarjana ,dengan hasil keringat sendiri tanpa suami ,karena nenek Fatmah sejak anak bungsunya lahir,sudah ditinggalkan sang suami tercinta .Akhirnya nenek fatmah banting tulang untuk menghidupi sembilan anaknya dengan berjualan dipasar.Mungkin dikarenakan terlalu lelah bekerja banting tulang ,fisik nenek fatmah pun melemah dan akhirnya seperti saat ini kondisinya.

Tapi haruskah keringat dan air mata sang ibu ini dibalas dengan menitipkannya di panti jompo,Naudzubillahimindzalik.Apakah karena hanya rasa bosan yang sudah berlarut mereka berbuat seperti itu ?....kemanakah hati nurani sebagai anak terhadap seorang ibunya yang telah mengadung ,melahirkan dan merawat juga menghidupinya dengan banting tulang.Padahal semua itu ujian Allah kepada mereka,untuk membalas jasa sang Ibu dengan kesempatan merawatnya seperti halnya sang ibu merawat mereka diwaktu kecil hingga dewasa.Disitulah mata hati mereka tertutup dan hidayah-Nya pun tidak sampai terhadap mereka ,dan akhirnya tidak dapat sabar menghadapi sang ibu,padahal dulu sang ibu begitu sabar merawat mereka ,tak pernah ada keluhan sedikitpun keluar dari bibirnya,Subhanallah...
Inikah yang disebut air susu dibalas dengan air tuba ?....
@******@

Kisah Nenek Fatmah yang tegar dan malang ini mengiringi award yang telah dianugerahkan terhadap saya dari sahabat baik ,yaitu dari Mba Reni dan Ceu Annie .Terimakasih banyak atas anugerah Award yang indah ini.

Award indah dari Mbak Reni

Award Indah dari Ceu Annie

@*****@

27 komentar:

  1. hohoho, LOKOMOTIF datang.Parkir dulu akh...tempatnya.

    BalasHapus
  2. seseorang betapapun berhartanya ia, selalu akan membutuhkan ibunya meski hanya suwujud do'a. siapa saja yang "menahan tanganya" dan tidak "mengulurkannya" untuk ibunya pasti kan menjadi penyebab tertahannya sejumlah tangan(hand of God) yang sewaktu-waktu dibutuhkannya.

    BalasHapus
  3. do'oh jadi inget slama ini masih belum bisa memberikan yang semestinya buat ibunda. makasih di ingatkan

    BalasHapus
  4. semoga ngga ada lagi anak seperti anak-anak nenek fatmah, tidak juga aku,..]
    nice post mba !

    BalasHapus
  5. Parkir kedua, sadis ya air susu dibalas air tuba ada orang tega seperti masya Allah

    BalasHapus
  6. @Trimatra > Selamat datang lokomotif ,tapi jangan sembarangan parkirnya ya..banyak yang mau parkir juga tuh...hehe.

    Semoga tak ada kata terlambat untuk berbuat sesuatu yang terbaik untuk Ibu,dengan selalu menyenangkan hatinya.

    BalasHapus
  7. @ Inuel >Amin ...semoga ya ,eh neng inuel kemana aja nih ? maaf ya sayapun sudah lama tak berkunjung kerumahmu.
    @ Munir > eh..dapet parkir kedua ya bang hehe...

    Semoga tak ada kata terlambat untuk berbuat sesuatu yang terbaik untuk Ibu,dengan selalu menyenangkan hatinya.

    BalasHapus
  8. padahal Allah menjanjikan surga bagi mereka yang ikhlas berbakti pada orang tua, sampai akhir hayatnya.
    smoga kita bukan termasuk anak-anak seperti itu ya mbak...

    BalasHapus
  9. @Lina > benar sekali mba...amin ...semoga kita selalu diberikan hidayah dan taufik-NYA agar menjadi anak yg berbakti terhadap orang tua.

    BalasHapus
  10. Kisah ini adalah pelajaran yg sangat berharga. Semoga tidak ada lagi nenek Fatimah lainnya di luar sana.

    BalasHapus
  11. @ Ivan > semoga cukup nenek Fatmah saja yg mengalami hal demikian....

    BalasHapus
  12. nelpon emak dulu ah... :)

    thanks udah mengingatkan kita semua bu :)

    BalasHapus
  13. Satu lagi pelajaran hidup yg dapta dipetik lewat blog ini.
    Semoga pengalaman Nenek Fatmah dapat menjadi cermin bagi yg lain utk memuliakan orantuanya..

    BalasHapus
  14. miris memang..

    orang yang melahir hanya berlabuh di sebuah panti jompo...
    harusnya bisa menikmati wajah buah hatinya untuk detik2 terakhirnya

    BalasHapus
  15. sedih sekali ya teh, bila kejadian itu menimpa orang2 terdekat dengan kita.. atau malah menimpa kita sendiri ketika tua kelak.. naudzubillah

    BalasHapus
  16. Masya Allah, mereka lupa akan:

    "Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."

    Bagaimana kalau perlakuan itu terjadi pada kita!?

    Mari kita berbakti kepada orangtua kita dengan menjaga dan merawatnya dengan kasih sayang. Jangan buat mereka menangis!

    Kehidupan kita kedepan diwarnai dengan tingkah laku kita terhadap orang tua bila kita baik..baiklah perjalanan hidup ini, apabila kita perlakukan tidak baik perjalanan kita juga banyak masalah...!

    BalasHapus
  17. pahit memang meihat kenyataan seperti itu, yang penting sekarang semua itu menjadi pelajaran agar kita bisa lebih baik menjaga dan menghargai orang tua kita sendiri...nice article n tq 4 sharing :)

    BalasHapus
  18. Pepatah lama sepertinya benar adanya. Kasih sang anak hanya sepanjang galah. terharu saya membacanya. Jadi kangen sama ibu saya.

    BalasHapus
  19. Naudzubillahimindzalik...
    Saya jadi teringat ibu,... masih kepingin rasanya bersama namun Sang Khaliq menghendaki lain.

    BalasHapus
  20. Mohon maaf teh... baru sempat mampir karena kembali didera oleh rutinitas pemadaman PLN.

    BalasHapus
  21. sebuah realita pedas yang menjadi trend di akhir-akhir ini... semoga penulis dan komentator (termasuk saya) bisa terhindar dari trend ini.. amieeeen...

    BalasHapus
  22. Kisahnya amatlah menggugah ..
    Awardnya begitu indah...


    Semoga kita bukannlah seperti anak cucunya nenek Fatimah...

    BalasHapus
  23. parkir yang paling ujung mbak.. he he

    nanguzubillaah..
    semoga hal itu tidak terjadi pd semua orang yang kita sayangi.. amin

    BalasHapus
  24. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua
    dan semoga Allah memberi petunjuk pada keluarga Nenek Fatimah...

    Inspiratif..makasih teh udah ngingetin kita

    BalasHapus
  25. Semoga kita bukan termasuk golongan anak cucu Nenek Fatimah..

    BalasHapus
  26. Ya Allah .. lindungi kami semua dari perilaku jahiliyah semacam itu. Jadikan kami golongan orang yang dimampukan untuk memuliakan ibunda kami. Amiiin

    Terima kasih, awardnya dibungkus kisah penuh hikmah, Teh

    BalasHapus
  27. Anak2nya nenek Fatimah barangkali sudah terlupa bahwa surga ada di telapak kaki ibu, btw selamat atas awardnya ya mba...

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !