Laman

Selasa, 29 September 2009

Kenapa? karena mereka membutuhkannya...


T eriakan "Maling " begitu menggema sampai keseluruh perkampungan ,dan diiringi erangan kesakitan sang pencuri yang dihakimi masa .

"ampun,ampun paak ..maas.." permohonan sang pencuri yang memilukan ,sudah tiada ampun bagi peg-hakim yg tanpa didasari hukum dan undang2 itu.

Insiden itupun berhenti setelah Ketua RT setempat datang untuk melerai dan menenangkan warganya yang kalap.
Pencuri itupun digiring ke rumah Bapak ketua RT dan sambil diobati luka-lukanya ,pencuri itu terdiam dengan wajah menunduk dalam sekali ,seolah wajah-wajah peng-hakim masih akan menghakiminya, dan membuatnya trauma , dengan badan mengigil karena menahan sakit dan rasa takut yg amat sangat.

Setelah warga mulai reda dan bubar ,dan kasus telah ditutup secara kekeluargaan dari pihak yang telah dirugikan oleh sang pencuri dan kebijakan Bapak ketua RT setempat itu.

Pencuri itu ternyata hanya mencuri singkong salah satu kebun warga setempat dan singkong yang di curinya pun belum siap dinikmati ,dan pencuri itupun pulang dengan lunglai ,segala rasapun berkecamuk didadanya .

Wahyu anak usia 12 tahun warga dari setempat itu mengikuti arah pencuri kemana perginya,setelah sampai ketempat tujuan ,pencuri itupun mengetuk sebuah gubuk yang sangat sederhana dan nyaris akan roboh .

wahyu terinijit -injit mengintip dari rindangnya belukar disamping gubuk sang pencuri ,didalam gubuk yang dimasukin oleh pencuri itu terdengar suara tangisan seorang wanita dan anak kecil yang begitu memilukan .

Ya Allah ..ternyata mereka anak dan istri nya yang sedang kelaparan dan menanti sang ayah yang sedang mencari sesuap
nasi untuk mereka dan ternyata ayahnya datang dengan membawa tangan kosong dengan badan babak belur .

Wahyu terharu melihat adegan miris itu ,Wahyupun pun langsung bergegas lari untuk pulang kerumahnya dan menceritakan semua yang dilihatnya kepada kedua orangtuanya.

"Ternyata mereka sangat membutuhkannya ...!"kata wahyu lirih kepada kedua orangtuanya.

Akhirnya dengan kelembutan hati kedua orangtua wahyu ,mereka pun pergi menemui rumah sang pencuri itu untuk membantu memberi makanan ,mereka begitu bahagia dan terharu atas perhatian wahyu dan kedua orangtuanya itu.

*****

Sudah pasti dan siapapun pasti 'jengkel' dan ' sewot' ke-setiap pencuri atau maling ,tidak dilihat apa yang diambil oleh sang pencuri itu ,walau hanya sepotong singkong, kobaran api emosi masa sudah mendahului hati nurani.

Siapapun tak ingin dilahirkan kedunia ini menjadi seorang pencuri ,mereka pun menjerit ,menangis meratapi nasibnya ,tapi tuntutan hidup yang keras membawa mereka kedunia yang hitam.

Mereka tidak akan berbuat senista itu bila mereka tidak membutuhkannya .Bila dilhat dari sisi sipencuri itu karena sangat terpaksa dengan keadaan ,semua itu akan menyadarkan kita bahwa mereka sangat membutuhkannya ,tapi bila dilihat dari sisi kejahatan, mereka harus diberantas dan dibimbing agar kembali ke jalan yang lurus ....

Sebuah potret kemiskinan yang membawa kepada kekufuran ( dalam agama islam) ,dan kemiskinan itu memjadikan nya seorang pencuri, hanya untuk sesuap nasi...

*****

17 komentar:

  1. Tapi heran ya. Kalo maling singkong cepat digebukin massa. Tapi kalo maling kelas kakap kok lolos terus?

    BalasHapus
  2. ooh ya ternyata pertama ya he he, muantabb!

    BalasHapus
  3. itulah mengapa...Islam menganjurkan kita utk menjauh dr sifat kemiskinan, kebodohan dan kemalasan, krn itu sifat yg mendekat pd kekufuran.
    Naudzubillah min dzalik...

    BalasHapus
  4. Hanya maling singkong yang jadi bulan2an massa, sedangkan maling yang berdasi kayaknya nggak bisa tersentuh....

    Terkadang kemiskinan memaksa seseorang untuk berbuat melanggar norma agama,......

    BalasHapus
  5. Kekufuran, penderitaan dan kemiskinan merupakan negasi
    dari manusia untuk ditempatkan ketingkat yang paling
    rendah (hina). Negasi ini tidak berarti harus menempatkan
    si miskin – si lemah pada tingkat yang perlu dihinakan,
    karena negasi ini merupakan bentuk pencerahan agar
    manusia mampu mengenyahkan sifat kekufuran, penderitaan
    dan kemiskinan dari diri sendiri dan lingkungannya.

    BalasHapus
  6. Waduw kalo gini saya gak berani komentar apa apa, takut komentar na ntar mbalik ke diri saya :) tapi artikelna bagus juga memberikan penyadaran pada saya

    BalasHapus
  7. Itu sebabnya kita di suruh memperhatikan saudara kita yg kekurangan agar dpt membantu mrk dan menjauhkan mrk dr kekufuran.

    BalasHapus
  8. Situasi seperti ini memang dilema....
    tp tetap bukan suatu pembenaran karna kita diciptakan berikut rezeki kita..
    tinggal semaksimal mana kita mengumpulkannya dan seikhlash mana kita menerimanya..
    dan tugas bagi kita yang mampu untuk melihat sekitar,adakah saudara kita yang kelaparan ???
    nice story teh...

    BalasHapus
  9. menarik artikelnya, saya sampai membacanya 2 kali

    BalasHapus
  10. sat cerita warna-warni sekenario hidup, untuk pelajaran bagi kita yang punya hati, akal dan iman untuk berpihak mana yg baik dan benar .

    BalasHapus
  11. nice story teh...

    Ada yang mencuri karena sangat terpaksa.

    Ada yang mencuri karena memang malas berusaha dan mengambil jalan pintas.

    Ada juga yang mencuri karena keserakahan.

    BalasHapus
  12. Apapun keadaannya mencuri tetaplah salah secara agama, hukum dan moral. Jika kita mengimaniNya, Ia pasti takkan meninggalkan kita, dan kita pun takkan mau mencuri

    BalasHapus
  13. selama kita masih di beri ijin untuk bernafas sama yang diatas, selama itu pula rejeki masih di jamin oleh-Nya, wallohua'lam

    BalasHapus
  14. untuk itulah agama menuntun kita agar jauh dari kemiskinan dan kebodohan, serta selalu dekat dengan si miskin dan si bodoh agar mereka tak berubah kufur dan dibodohi nafsunya sendiri.

    Kisah yang inspiratif, Teh ...

    BalasHapus
  15. sebenarnya karena miskin ilmu atau nggak bisa mengamalkannya lah yang membuat seseorang berbuat nista...

    BalasHapus
  16. duh kasihan......emang sistem di masayrakat gitu ya, nggak ada pencuri kelas kakap yang di hakimi massa, padahal mereka yang lebih pantas dihakimi massa....

    BalasHapus
  17. ironis sekali ya.padahal dosa maling sama dg dosa koruptor, tapi seringkali koruptor bebas melenggang kemana saja ia suka krn ia menyuap para penegak hukum.

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !