Laman

Senin, 24 Agustus 2009

Ramah Peredam Marah

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Allah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (An-Nahl : 125).

*****


~Ramah Peredam Amarah ~



Keramahan itu menyenangkan. Tidak hanya bagi orang lain yang melihatnya, tapi juga bagi diri kita. Keramahan akan menambah energi diri dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Ada sebuah kisah menarik dalam buku Kecerdasan Emosi. Dikisahkan, ada seorang pemabuk yang hendak berbuat onar di dalam kereta api. Kebetulan, di dalam kereta tersebut terdapat pula seorang ahli bela diri yang sangat terlatih.. Dibenak ahli bela diri ini telah terbayang pukulan seperti apa yang bisa merobohkan si pemabuk tersebut. Ia hampir saja melayangkan pukulan, saat si pemabuk mulai menggangu seorang ibu yang sedang menggendong bayi. Tiba-tiba, datanglah seorang tua yang kurus menghampiri si pemabuk. Orangtua itu menyapanya dengan hormat dan penuh keramahan. Saat si pemabuk menghardiknya, ia pun tetap menjawab dengan ramah serta sikap terbaik. Yang menarik, kemarahan si pemabuk perlahan-lahan mereda. Bahkan, di salah satu stasiun si pemabuk ikut turun bersama si kakek. Saat kereta bergerak lagi, tampak dari jendela, si pemabuk yang berbadan besar dan kekar duduk bersimpuh di samping kakek yang bijak tersebut.

Demikianlah, jika batu dibenturkan dengan batu lagi, niscaya salah satu atau keduanya akan ada yang terbelah. Akan tetapi, jika batu dibenturkan dengan tanah liat. Niscaya batu itu akan menjadi lengket dan menyatu dengan tanah liat. Di dalam Alquran terdapat rumusan untuk menaklukkan hati, yaitu dengan bersikap lembut dan penuh kasih sayang. Kita bisa merasakan bila sedang kesal atau marah, lalu berjumpa dengan orang yang bijaksana. Baru menatap wajahnya yang jernih dan cerah saja, hati kita sudah merasa sejuk. Belum lagi perhatian yang tulus serta keramahan dan tutur katanya yang berbobot. Sikap ini efektif meredam emosi kita. Bahkan, mungkin saja kita akan berubah pikiran dan menyesali perbuatan yang sebelumnya kita anggap benar.
Sahabat, ternyata biang kesusahan itu tidak terletak pada masalah yang sedang dihadapi. Namun, terletak pada sikap kita ketika menghadapi masalah tersebut. Sikap emosional tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Sebaliknya ia akan lebih memperberat masalah yang dihadapi.

Sikap emosional sebenarnya berakar pada pribadi yang jauh dari kebeningan hati. Akibatnya suasana hati akan lelah, tegang, dan jauh dari ketenangan serta kebahagiaan. Kondisi seperti ini jelas akan berpengaruh pada perilaku. Mengapa? Reaksi apapun yang kita tampilkan, tidak akan jauh berbeda dengan suasana hati.
Karena itu, cobalah untuk menghadapi hidup ini dengan penuh semangat. Tunjukan selalu wajah yang cerah dan jernih. Tersenyumlah dengan wajar dan tulus.. Temuilah orang lain dengan sikap yang sopan dan santun, dan sapalah mereka dengan penuh keramahan dan penghormatan. Bila demikian, niscaya kita akan menemukan bahwa beban yang selama ini menghimpit hati, akan terasa jauh lebih ringan dan lapang.
Selain itu, semangat untuk menghadapi persoalan pun akan berlipat ganda. Terlebih bila orang lain membalas keramahan kita. Semua itu akan menjadi tambahan energi dalam menghadapi berbagai masalah yang menghadang.

Keramahan itu menyenangkan. Tidak hanya bagi orang lain yang melihatnya, tapi juga bagi diri kita. Bukankah kita menginginkan kebahagiaan dalam hidup? Maka, marilah kita mulai dari sikap yang paling murah dan ringan, tapi cepat dirasakan hasilnya. Selamat berbahagia bagi siapapun yang bisa bersikap ramah. Sekalipun terhadap orang yang berbuat tidak baik kepadanya. Wallahu a'lam bish-shawab.

Sumber saprudin saprudin

18 komentar:

  1. Assalamu Alaikum....
    Baca dulu ah...

    BalasHapus
  2. biang kesusahan itu tidak terletak pada masalah yang sedang dihadapi. Namun, terletak pada sikap kita ketika menghadapi masalah tersebut.

    Saya sangat setuju dengan hal ini,....

    namun yang paling sulit adalah cara menyikapi masalah yang muncul yang sering menggiring kita kesuasana kemarahan.....

    BalasHapus
  3. Setuju ...mari kita sambut pagi dengan wajah berseri dan semangat yang tinggi serta keramahan yang sejati.

    mari-mari...

    BalasHapus
  4. setuju, jgn balas amarah dg angkara, tapi balaslah dg senyum.

    BalasHapus
  5. Siip. Tausiyah yang bermanfaat. Sebenarnya, sejauh yang saya tau, emosi itu tidak sekedar marah atau kesal, termasuk sikap mealow, gampang sedih, gampang menangis, ya sesuatu yang sifatnya mudah dipenuhi perasaan. Penyebabnya mungkin kematangan jiwa, juga degradasi iman yang naik turun. Itulah sebabnya kita dilarang untuk terlalu senang saat senang, terlalu marah saat marah, atau berlarutlarut sedih saat musibah melanda. Kita dianjurkan untuk mengendalikan perasaan. Cuma share pendapat ya Teh. Nice posting. Selamat menunaikan ibadah Ramadhan hari ini.

    BalasHapus
  6. asalamualaikum selamat menunaikan ibadah puasa ya teh...!!!!

    BalasHapus
  7. Ramadhan ini semoga bisa membuat kita sebagai manusia2 peramah. Amin. Nice post, mbak. Met menunaikan ibadah puasa.

    BalasHapus
  8. RAMAH terus MARAH, hmm... cuma kumpulan huruf yang ditukar tempatnya saja, tapi menarik! Satu kata itu bisa menjadi pengobat kata yang lain... btw, cerita kakeknya sangat menarik, terima kasih

    BalasHapus
  9. yupz...
    setuju...

    ramah bisa mengoati segala buruk sangka...
    ramah bisa menghindarkan dari sikap keji...
    ramah selalu menjaga diri dari emosi...

    salam sayang :D

    BalasHapus
  10. hu uh....
    tersenyumlah saat menghadapi sesuatu cobaan atau derita...
    sertai senyum dengan hati ikhlas dan ridho....

    keramahan bisa mengatasi segala dengki dan iri...
    semoga kita selalu mendapatkan ridho dari sang Khalik.amin

    BalasHapus
  11. Ramah emang susah, gampang kalo marah....semoga selalu tabah dalam keramahaan yang bijak ya mbak...

    BalasHapus
  12. Sepakat, batu jangan di lawan dengan batu...Mantabbb

    BalasHapus
  13. bener ka, ramah peredam amarah, ehhehe

    BalasHapus
  14. aku sangat senang membaca artikel ini,
    tiada yang lebih baik untuk menghargainya selain mendoakan semoga Tuhan merahmati dan melindungi anda saudaraku...

    terima kasih.

    BalasHapus
  15. Keramahan itu menyenangkan. Tidak hanya bagi orang lain yang melihatnya, tapi juga bagi diri kita..
    Benar seperti kalau saya mengunjungi blog ini..
    Ramah=menyenangkan
    Ramah Tamah=makan=mengeyangkan..
    he..he..he..

    BalasHapus
  16. benar mba, dengan ramah bisa membuat orang lain berbaik hati, selain itu, bisa membuat hati ini merasa tenteram dan terjaga dari perbuatan yang tidak menyenangkan. :)

    nice info :)

    BalasHapus
  17. bener mb, keramahan akan memecahkan segala masalah, yang masalahnya besar pun akan terkalahkan oleh keramahan dan kesabaran.emmm.....cerita yang penuh hikmah, bagus ^_^

    kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang

    BalasHapus
  18. aku kadang kl lagi marah, bawaannya pengen makan terus...
    makanya badan nya ga gemuk2

    BalasHapus

Dengan senang hati kami menerima komentarmu sahabat ,Terimakasih !